in

Fakta Menarik Dari DME yang Akan Menggantikan LPG

Bagikan Artikel Ini

Awal tahun 2022 akan menjadi sejarah dimana, pemerintah berencana untuk mengganti LPG dengan DME. Hal ini sudah ramai diperbincangkan dan menuai pro serta kontra. Menurut Kementerian ESDM langkah tersebut memang harus diambil sebagai bagian dari penghematan anggaran energi.

Dalam pembuatan LPG pemerintah harus melakukan impor. Dimana, peran masyarakat yang sulit mengganti tabung 3 kg dengan 12 kg, membuat subsidi yang diberikan terasa tidak adil. Karena, masyarakat mampu ikut merasakannya juga.

Perlu diketahui bahwa, Dimethyl Ether ini merupakan bahan bakar rumah tangga dengan bahan bakunya berasal dari batu bara. Dimana, dari segi keamanan sudah cukup bagus, tidak berbau serta mengeluarkan racun sama sekali.

Selain itu, berbagai daerah juga punya bahan baku pembuatannya. Hal ini membuat distribusinya tidak akan terganggu dan langka seperti lalu. Perlu diketahui pula, penggantian LPG tersebut membuat pemerintah mampu menghemat anggaran.

Harus diketahui bahwa tabung 3 kilogram sejatinya digunakan untuk mereka yang membutuhkan, tetapi orang mampu juga ikut merasakan. Hal inilah yang ingin diputus segera, sehingga efisiensi bantuan tersalurkan kepada mereka yang membutuhkan dapat tercapai.

Sumber bahan baku DME pengganti LPG

Sumber yang digunakan untuk membuatnya bisa dari apa saja, bahkan fosil yang selama ini digunakan untuk premium dan pertamax juga bisa. Kalau begitu sama saja merusak lingkungan? Tenang, kandungannya jauh lebih aman 2 kali lipat.

Bahkan tidak akan merusak lapisan ozon yang selama ini sudah melindungi bumi dari suhu panas. Menurut penelitian kandungannya mudah mengurai di udara. Dengan begini mampu mengurangi gas rumah kaca sampai 20%.

Perhitungannya demikian, dalam satu tahun penggunaan gas kurang lebih 950 kg CO2, sementara menggunakan DME akan turun menjadi 745 kg CO2, angkanya masih tinggi tetapi sudah berkurang cukup banyak dan mendukung nilai penekanan pemanasan global.

Angka tersebut cukup banyak dan dampaknya sangat baik. Perlu diketahui pula bahwa, DME ini tidak menghasilkan kandungan particular mater, Nox, hingga sulfur. Harus diakui ketiganya memberikan dampak negatif bagi bumi dalam jangka panjang.

Tidak cukup sampai disitu saja, pengganti LPG ini bila dihidupkan mempunyai nyala api biru. bila dibandingkan keduanya, nilai kalori panas yang dihasilkan jauh lebih efisien. Tidak heran saat digunakan konsumsinya  irit. Hal itu dapat dibuktikan dari perbandingan kalorinya 1 liter dari LPG sama dengan 1,2 liter di DME.

Dampak besar terhadap keuangan negara

Harus diakui, kebutuhan anggaran untuk berbagai hal sudah habis demi menangani corona. Oleh karena itu, perlu adanya upaya penghematan, salah satunya adalah penggantian ke DME.

Bukan hanya anggarannya saja, cadangan devisa RI juga bisa berhemat cukup banyak setiap tahunnya. Hal ini cukup menguntungkan apalagi, pasokan distribusi DME jauh lebih luas, dengan begini sulit terjadi kelangkaan.

Selanjutnya, industri lokal bisa kembali bergeliat. Efeknya adalah hadirnya pencarian tenaga kerja yang sekarang sangat dibutuhkan. Dalam kalkulasi perhitungannya, bisa mencapai 20 ribu pekerja dibutuhkan.

Lalu, bagaimana dampaknya bagi masyarakat? Pemerintah melalui kementerian ESDM sudah melakukan perhitungan secara manual, dimana harganya tidak akan lebih mahal dari produk sekarang, tetapi juga tidak terlalu rendah.

Ada di tengah sehingga, masyarakat lebih terjangkau dalam membelinya. Bagaimana menurut Anda dengan penggantian ini? Masih terjadi pro dan kontra, tetapi bila perhitungannya adalah soal penurunan emisi gas di bumi, maka wajib didukung penuh.

Perlu diakui, harus ada upaya untuk menekan berbagai dampak yang terjadi dari pemanasan global. Saat ini sudah terlihat dan cukup meresahkan, bagaimana kedepan? Penggantian LPG ke DME adalah langkah besar yang dilakukan pemerintah bukan hanya untuk negara melainkan lingkungan alam semesta.