in

Belajar Bisnis Dari Rima Melati yang Mampu Menembus Pasar Dunia

Bagikan Artikel Ini

Sosok Rima Melati memang layak disebut sebagai Kartini masa kini karena, perannya dalam membangkitkan ekonomi untuk dirinya sendiri dan tetangga sekitar bisa dikatakan cukup hebat. Usaha mukena bordir miliknya mampu menembus pasar luar negeri.

Awalnya, perempuan asal Bukit Tinggi ini memulai usahanya dengan susah payah. Banyak hal yang harus dikorbankan. Perjuangannya tidak pernah berhenti untuk mengembangkan dan membuatnya terus bertahan dalam waktu lama.

Apalagi, kondisi Pandemi Virus Corona yang membuatnya ikut terjangkit. Hanya saja dengan keyakinan serta keteguhan hati. Rima Melati mampu menunjukkan bahwa, tidak ada usaha yang akan mengkhianati hasil.

Mencari Pelanggan Tidak Mudah

Dalam perjuangannya, Rima Melati mengisahkan tidak mudah mencari seorang pelanggan. Apalagi, konsumen tetap yang selalu membeli produknya. Satu saja sulit sekali menemukan. Dengan modal Rp10 juta dan tinggal di sentra bordiran mencoba memberanikan diri membuka usaha tersebut.

Karena, kekurangan modal untuk pengembangan akhirnya, perempuan asal Sumatera Barat itu mencoba meminta pinjaman dari bank dan didapatkannya sekitar Rp75 juta. Penambahan modal itu sangat berarti hingga bisnisnya benar berkembang.

Tetapi, dalam prosesnya Rima merasa sedih karena, harus meninggalkan anaknya pergi ke Malaysia untuk mengantar pesanan. Sistem pengantaran Cash On Delivery masih ditekuninya. Karena, delapan tahun silam E-commerce belum sebanyak sekarang.

Satu pelanggan ditemui kemudian, mendapat hasil begitu seterusnya. Media sosial juga berperan besar dalam pengembangan produk mukena. Bahkan, melalui sana Rima mempunyai beberapa pelanggan.

Pandemi Virus Corona mengubah semuanya. Permintaan turun drastis karena, orang dilarang saling bertemu. Hal tersebut membuat bisnisnya terancam bangkrut. Akhirnya, Rima Melati mencoba mengubah arah bisnisnya.

Dibandingkan dengan penjualan bordir akhirnya, sedikit beralih ke via online. Usaha tersebut ternyata berbuah hasil. Lambat laun pertumbuhan mukena mulai bangkit kembali. Tetapi, dalam proses itu Rma harus belajar dari awal kembali.

Pengalihan penjualan dari offline menuju ke online memang tidak mudah. Mereka yang awalnya belum paham benar bagaimana sistem kerja harus belajar lagi dari awal. Dengan kata lain, usaha ini harus berawal dari nol kembali.

Usaha Mulai Tumbuh Dengan Baik

Pertumbuhannya diawali dari negeri sendiri terlebih dulu. Di mana hanya lintas provinsi saja ke Jawa dan Sumatera paling banyak. Pengiriman tidak hanya satu atau dua saja melainkan 5 kodi sekaligus.

Agar tidak bosan, Rima sering berkreasi dengan mukenanya. Entah menambah bordiran atau berkreasi dengan warna. Sehingga, konsumennya tidak akan pernah bosan karena, hanya itu-itu saja.

Setelah pasar provinsi dikuasai, Rima mencoba kembali ke ranah luar negeri. Hasilnya sangat mengesankan karena. mukenanya perlahan tapi pasti mulai banyak dipesan hingga saat ini omzet yang diraihnya mencapai Rp200 juta.

Untuk membantu perekonomian warga sekitar. Rima mengajak tetangganya untuk bergabung dan bekerja bersamanya. Dengan begini, perekonomian mereka sedikit meningkat. Sampai saat ini jumlah pekerjanya mencapai 41 orang.

Ketekunan dan keuletan dari Rima adalah modal utama dalam mengembangkan usahanya. Walau terkena badai seperti, pandemi virus corona tetap tidak akan goyah. Uang bisa dicari dengan mudah dengan meminta pinjaman.

Tetapi, inovasi dengan semangat untuk tetap mengembangkan usahanya sulit dicari. Karena, semangat ini membuat para pengusaha menemukan cara serta langkah bagaimana tetap berdiri tanpa harus mengalami keterpurukan lebih dalam.

Rima Melati menjadi tokoh penggambaran Kartini masa kini. Di mana perjuangannya untuk tetap mengembangkan bisnis ditengah banyak halangan serta rintangan terjawab dengan sebuah kesuksesan manis. Jadi, sebuah pelajaran berharga bahwa, bisnis bisa jatuh kapan saja kecuali, kalau Anda tekun dan terus berusaha tanpa lelah mengembangkannya.