in

Belajar Dari Bagas, Hutang Miliyaran di Usia Muda Setelahnya?

Bagikan Artikel Ini

Jagoan lokal kali ini berasal dari kediri bernama Bagas. Dimana, lelaki kelahiran tahun 97 tersebut mulai menggeluti dunia bisnis sejak duduk di sekolah menengah pertama kelas 3, dengan menjadi reseller semua jenis keripik dan membentuk seperti komunitas yang beranggotakan 3 orang.

Reseller tersebut berjalan hingga kelas 1 SMA, hingga akhirnya dia mengenal Multi Level Marketing dan menggelutinya karena, dari sisi material cukup menggiurkan. Walau banyak duka yang bisa diceritakan. Namun pelajaran positif juga bisa diraihnya.

Mulai dari pengelolaan bisnis sampai karyawan bisa didapatkan semua. Sayangnya, MLM tersebut ilegal hingga akhirnya, harus berurusan dengan kepolisian hanya saja, Bagas tidak dijadikan terdakwa karena, statusnya hanyalah sebagai korban.

Pengalaman bisnis berlanjut, mempunyai 100 downline rasanya sayang kalau tidak dimanfaatkan, akhirnya beralih ke money game. Dimana mereka akan berbagai dengan perputaran uang tanpa melihat bentuk barangnya seperti apa.

Titik awal munculnya hutang miliyaran

Dari money game ini Bagas mendapatkan berbagai kepercayaan, sehingga investor cukup banyak, angkanya mencapai 1,3 M. Sayangnya, inilah titik kerugian terbesarnya dimana websitenya terkena scam dan uang menghilang.

Banyak pengikut yang percaya kepadanya mulai menanyakan hasil investasi tersebut. Bagi mereka poin paling penting adalah bagaimana caranya uang bisa kembali. Dari sini, Bagas mulai berpikir perlahan.

Tidak ada kata menyesal, beban moral memang masih ada, setidaknya sudah dua kali gagal dan harus berurusan dengan orang lain. Sayangnya, dia tidak memikirkan hal tersebut, melainkan apa solusinya dan caranya membayar hutang itu.

Dalam perjalanannya menuju sukses, Bagas melihat berbagai inspirasi dari tokoh-tokoh dunia. Dimana, mereka mampu memaksimalkan apa yang dia punya daripada harus bersusah payah menyewa.

Selain itu, dalam memaksimalkan harta bisa dengan melihat siapa yang kita punya. Meminta bantuan ke saudara hingga teman merupakan jalan terbaik untuk memulai kebangkitan tersebut.

Akhirnya, jagoan lokal tersebut mencoba berkunjung ke tempat saudaranya yang menjadi petani jamur tiram. Mengaku jujur hingga akhirnya, ikut bekerja membuatnya mengetahui bagaimana pasar jamur waktu itu.

Ada masalah dan solusi yang bisa dimanfaatkan menjadi sebuah peluang bisnis. Akhirnya waktu itu datang juga, dimana jamur yang sudah tidak digunakan terbuang dan dimanfaatkan benar oleh Bagas dijadikan makanan.

Pengalaman yang tidak berkhianat

Harus diakui bahwa, pengalaman yang dulu pernah dilakukannya membawa manfaat besar untuk hari ini. Dimana, dia membangun kembali brand serta reseller untuk produk jamurnya tersebut.

Tidak cukup sampai disitu, Bagas paham benar bagaimana menguasai pasar, dimana jagoan lokal tersebut melihat apa yang dibutuhkan. Beberapa resellernya menjual bukan hanya jamur saja, melainkan produk lain yang cukup menjanjikan waktu itu.

Dengan kebutuhan tersebut akhirnya, dibuatlah berbagai macam produk camilan hingga akhirnya kesuksesan dapat diraih. Langkah yang dilakukannya memang cukup cerdik, ide brilian dan out of the box selalu didapatkannya.

Salah satu ilmu yang dapat dipelajari dari Bagas adalah jangan menjadi mental pecundang. Dengan menyalahkan keadaan, melainkan mempunyai jiwa pemenang. Langsung bicarakan solusinya seperti apa.

Hal ini menjadi sebuah mindset, dimana kalimat positif yang mengarah pada solusi tersebut akan mempengaruhi pola pikir secara keseluruhan. Tidak heran, bila di tempatnya ada karyawan izin sakit akan mendapatkan hukuman.

Baginya, sakit merupakan bagian dari mental pencundang. Oleh karena itu, langsung ke solusi dengan mengatakan ingin istirahat terlebih dulu karena, segala masalah dan penyebab Anda sakit adalah kurang istirahat.

Dengan pernyataan tersebut  semua orang akan mendapatkan manfaat yang luar biasa. Bila kata pecundang tersebut masih terus dilakukan, bisa saja hasil negatif akan terus terasa dan berakibat kurang baik untuk beberapa hari ke depan.

Bagas menjadi jagoan lokal dengan berbagai camilan jamur, makaroni yang dibilang sukses. Walaupun sudah punya hutang miliaran waktu usia 17 tahun, tetap saja semangatnya untuk bangkit dan pola kata positifnya dapat dicontoh sejak sekarang.