in

Kisah Inspiratif Kusmono Mantan Driver Online jadi Juragan Puyuh

Kisah Inspiratif Kusmono Mantan Driver Online jadi Juragan Puyuh
Foto: Capcapung Production
Bagikan Artikel Ini

Menurut ajaran agama Islam, rezeki memang sudah ada yang mengatur. Tetapi, apakah sebagai umat manusia hanya bergantung pada dalil itu saja? Tentu saja tidak, dalam sebuah surat ada ayat yang menjelaskan bahwa, Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum bila dia tidak mengubahnya sendiri.

Mungkin, ayat ini menjadi inspirasi bagi semua orang agar mendapatkan hidup lebih baik. Seperti, Kusmono yang semula adalah seorang supir taksi bandara. Tetapi, melalui ketekunan dan tidak pernah menyerah. Membuatnya menjadi seorang pengusaha telur puyuh, penasaran dengan kisahnya? Mari simak perjalanannya di bawah ini

Tekad dan Semangat Pantang Menyerah

Sebelum menjadi pengusaha sukses, Kusmono bekerja sebagai pengemudi taksi online. Jauh sebelum itu, beliau sudah pernah bekerja di peternakan telur puyuh. Keinginannya berawal dari pendapatan menjadi driver memang tidak menentu. Maklum saja, saat ini pengemudi online memang sudah banyak.

Kusmono terus berpikir, jika keluar nanti usaha apa yang ingin dia lakukan untuk menyambung hidup. Karena, masih punya kemampuan dalam ternak telur puyuh, akhirnya mulai perlahan mencobanya. Hal tersebut dilakukan setelah pulang dari mengemudi. Beliau tahu benar, menjadi orang sukses tidak mudah.

Bahkan, saat sudah mencapai puncak untuk mempertahankannya akan sangat sulit. Dengan tekad dan keinginan yang tinggi. Akhirnya, dimulailah perjalanan menjadi pengusaha. Awalnya hanya sebagai telur untuk konsumsi dengan jumlah 1.000 ekor. Kemudian, dikembangkan agar menjadi ladang bisnis.

Sayangnya, untuk membangunnya memang membutuhkan modal besar. Keuntungan dari taksi online di tabung perlahan, hingga bisa membeli sebuah indukan sebanyak 50 ekor. Kandangnya sendiri hanya punya 3×3  saja, masih sangat kecil. Atapnya bukan genting melainkan bambu.

Perjalanan Tidak Mudah

Menjadi pengusaha memang tidak mudah, hal itu dirasakan betul oleh Kusmono. Ternyata bekal yang dia punya pada saat bekerja di peternakan belum cukup. Akhirnya, beliau harus belajar lagi. Bangun pagi, untuk belajar ilmu marketing, kemudian pergi ke bandara mencari rezeki. Hampir seluruh waktunya tidak pernah lepas dari bacaan.

Satu ilmu coba diterapkan tetapi gagal, hal itu terus berulang hingga biaya yang dibutuhkan membengkak dan besar. Semangat dan tekad masih ada hingga akhirnya, perjalanan menjadi pengusaha telur puyuh masih tetap dijalankan. Ada ilmu markte penting yang membuatnya mampu mengembangkannya.

Hingga, akhirnya bisnisnya banyak peminat. Bahkan, pemesanannya sangat melimpah. Melihat perkembangan tersebut. Kusmono mencari lahan yang lebih besar. Membangun kembali peternakannya dengan jumlah kandang dan puyuh yang lebih banyak daripada sebelumnya.

Mempertahankan Kualitas

Satu alasan mengapa pelanggan suka memesan telur di tempat Kusmono karena, kualitasnya sangat bagus. Hal tersebut tidak lepas dari dua sifat utama yang sudah melekat sejak dulu dalam dirinya. Sabar dan terus belajar. Puyuh yang baik dalam tempo 45 hari sudah bisa menetas. Sebenarnya, kurang dari itu masih bisa.

Tetapi, beliau tidak mau memaksakan karena, kekuatan hewan sendiri kurang maksimal. Hasil satu sampai dua kali bakal bagus tetapi untuk empat dan seterusnya masih harus dipertanyakan. Sehingga, jangan pernah asal dan hanya untung saja. Rasa cinta kepada puyuh menjadi hal utama mempertahankan kualitasnya.

Dari rasa cinta tersebut, Anda bisa memastikan bagaimana kondisi hewan itu bahkan, hampir setiap pagi. Selain itu, paling penting adalah mengatasi berbagai macam kendala. Setiap peternak pasti mengalaminya. Tidak semuanya punya kasus yang sama. Oleh karena itu, coba cari perlahan titik masalah dan temukan solusi terbaiknya,

Kusmono memberikan pelajaran yang berharga untuk semua orang bahwa berusaha itu perlu. Jangan pernah hanya berdiam diri saja dan menanti datangnya rezeki. Karena, semua itu Anda sendiri yang harus menjemputnya. Gunakan hati saat bekerja agar apa yang dihasilkan akan maksimal dan tetap sabar.

Redaksi

Penulis: Redaksi

Silakan kirim artikel cerita tentang seseorang dari daerah anda untuk diterbitkan di Cerita Rakyat - Jagoan Lokal ke: redaksi@ceritarakyat.net | Subject: Jagoan Lokal – [Judul artikel] | Lampirkan juga profil singkat dan foto terbaru anda.