in

Badai Sitokin Sempat Viral, Sebenarnya Penyakit Apa Itu?

Bagikan Artikel Ini

Salah satu komplikasi yang dialami oleh penderita covid 19 adalah Badai Sitokin. hal ini perlu diwaspadai secara khusus dan mendapatkan perawatan secara intensif. Bila didiamkan begitu saja, akan terjadi kegagalan fungsi berbagai organ. Parahnya, penderita mengalami kematian.

Hal inilah yang jadi penyebab utama Suami dari Joanna Alexandra, Raditya Oloan dan beberapa penderita lainnya meninggal dunia.  Menurut medis Sitokin sendiri adalah sebuah protein, perannya sebagai salah satu komponen untuk sistem kekebalan tubuh.

Di mana dalam kondisi biasa akan bekerja sama dalam melawan virus dan bakteri. yang menyebabkan infeksi. Hanya, saja bila produksinya berlebihan bisa jadi senjata makan tuan dan menyebabkan kematian. Kondisi ini dinamakan dengan Badai Sitokin.

Kondisi Dalam Badai Sitokin

Sitokin sejatinya adalah teman dari imun tubuh tetapi, karena jumlahnya berlebihan mereka justru menyerang tubuh dan menjadi lawan. Sehingga, menyebabkan peradangan kondisi ini membuat beberapa organ tubuh mengalami kegagalan dalam menjalankan fungsinya.

Sementara, bagi penderita covid, keadaan tersebut akan menyerang paru-paru serta pembuluh darah. Bagian Alveoli atau kantung udara terkecil di bagian paru-paru penuh dengan berbagai macam cairan sehingga, akan terjadi pertukaran oksigen.

Inilah alasan utama mengapa mengapa penderita covid mengalami sesak nafas hebat. Beberapa gejala yang mengindikasikan bahwa, badai tersebut sedang terjadi. Biasanya terlihat pada hari ke 6 dan 7.

Biasanya penderita akan mengalami kedinginan, kelelahan, sampai pembengkakan di bagian tungkai, Ruam, hingga batuk tanpa pernah berhenti. Jika, kondisinya sudah seperti ini Biasanya dokter akan melalukan berbagai tindakan.

Tindakan yang Akan Dilakukan Dokter

Dengan kondisi tersebut biasanya dokter akan melakukan berbagai macam tindakan mulai dari pemantauan berbagai tanda alat vital.  Misalnya, denyut jantung, detak nadi suhu tubuh hingga pernapasannya seperti apa.

Permasalahan utama dari badai sitokin adalah kesulitan untuk bernapas. Keadaan tersebut membuat dokter akan memberikan alat bantu berupa ventilator. Kemudian, melakukan berbagai macam pemeriksaan berkelanjutan.

Menghindari pertumbuhan sitokin semakin pesat, biasanya ada penangan dengan penambahan obat. Dalam prosesnya, badai sitokin ini dialami karena, kesalahan dalam memilih makanan yang masuk ke dalam tubuh.

Oleh karena itu, usahakan sejak sekarang makan berbagai macam sayuran dan buah yang mempunyai kadar gizi tinggi. Kemudian, lakukan istirahat yang cukup jangan lupa pula untuk mengelola keadaan stress.

Kondisi terlalu banyak pemikiran seperti ini, dapat memicu seorang penderita keadaannya bertambah parah. Jangan pernah panik dan tetap tenang dalam menyikapi berbagai macam masalah.

Ketenangan ini membuat kondisi Anda jauh lebih baik, detak jantung stabil aliran darah juga normal. Agar dapat mengelola stress dengan baik disarankan agar setiap penderita rajin dalam berolahraga setidaknya 15 menit saja dalam satu hari.

Mengatasi Badai Sitokin

Sudah terlalu banyak orang meninggal karena penyakit ini. Beberapa dokter menyarankan untuk melakukan diet Ketogenik. Di mana, pola yang dilakukan adalah menekan asupan karbohidrat.

Bagi Anda yang bingung bagaimana caranya menjalankan diet ini. Maka, usahakan untuk melakukan puasa saja. Setidaknya, menjalankan sunnah senin dan kamis sudah cukup melindungi Anda dari badai Sitokin,

Tingkat kematian yang dihasilkan dari penyakit ini cukup tinggi. Oleh karena itu, Anda harus peduli dan jangan acuh terutama untuk keluarga Anda. Cobalah dengan berpuasa terlebih dulu. beberapa pakar menyebutkan puasa sebenarnya sangat bagus untuk tubuh terutama mampu meningkatkan sel imun tubuh.

Tetapi, jika dengan berpuasa ada kondisi tubuh yang bermasalah cobalah solusi kedua dengan Diet Ketogenik. Walau masih dalam penelitian panjang tetapi, tidak ada salahnya untuk di coba