in

Mengenal Lebih Jauh Apa Itu Penyakit Saraf Kejepit?

Bagikan Artikel Ini

Pernah mendengar nama Saraf Kejepit? Dimana, menurut medis kondisi ini membuat beberapa bagian terasa sangat nyeri dan ngilu. Karena, disebabkan oleh tekanan yang terjadi secara berulang dan terus-menerus. Salah satu contohnya adalah ketika berada dalam posisi tidur dan ada bagian yang tertekuk.

Keadaan ini terjadi karena saraf tertekan oleh berbagai jaringan dengan ligamen, tulang atau tendon. Pada dasarnya, rasa kesakitan ini akan terjadi pada punggung. Hanya saja, ada beberapa bagian yang kemungkinan juga merasakan nyeri.

Kondisi tersebut dapat terjadi karena, beberapa kemungkinan. Seperti, kada bagian tubuh yang memang terluka. Atau ada aktivitas olahraga yang membuat Anda cidera. Bisa juga karena, keadaan stress yang disebabkan oleh keadaan berulang-ulang.

Gejala Dari Saraf Terjepit

Perlu diperhatikan, sebelum munculnya penyakit ini. Anda harus mengetahui dulu berbagai gejalanya. Satu poin penting yang harus diketahui adalah gejala tersebut terlihat sederhana tetapi, harus hati-hati. Jika, dibiarkan hasilnya akan buruk.

Gejala pertama yang akan dirasakan adalah mati rasa, kebas hingga terasa kesemutan di berbagai organ tubuh. Rasanya kurang nyaman seperti tersengat sampai terbakar hingga menjalar sampai ke bagian luar.

Rasa kesemutan ini terjadi beberapa waktu. Bahkan, kondisinya akan diperparah dengan rasa seperti tertusuk jarum. Saat kondisinya sudah parah maka, tangan serta kaki tidak bisa merasakan apa-apa.

Gejala selanjutnya adalah ada beberapa otot yang dilayani oleh bagian saraf akan menurun dayanya atau melemah. Dapat dilihat ketika mereka mencoba mengangkat barang. Jika berat tidak kuat memang wajar. Hanya saja kalau bebannya cukup ringan? kemungkinan penyakit ada dalam tubuh Anda tinggi.

Bila kondisi tersebut dibiarkan begitu saja maka dampaknya begitu luar biasa. Dimana, jaringan lunak atau bagian saraf pelindung tersebut akan pecah. Kondisi seperti ini akan menyebabkan pembengkakan pada sejumlah bagian.

Bahkan, dapat diperparah dengan tekanan ekstra sampai permasalahan di Jaringan Parut. Bila terus dibiarkan bisa saja kondisinya jauh lebih parah. Oleh karena itu, jangan dibiarkan atasi segera atau langsung kunjungi dokter.

Cara Mengatasi Saraf Terjepit

Untuk cara mengatasinya sendiri memang berbeda. Tergantung dari berata atau tidaknya sakit yang diderita. Hal tersebut juga termasuk lama atau sebentarnya pengobatan yang akan dijalani.

Hanya saja langkah pertama yang harus diperhatikan bagi penderitanya adalah istirahatkan dulu bagian tubuh yang terasa sakit. Dari aktivitas apa saja sehingga, tidak membuatnya menjadi buruk.

Biasanya obat yang diberikan cukup beragam seperti, Aspirin, Ibuprofen, serta naproxen. Ketiganya ini dimanfaatkan dokter untuk mengatasi bengkak yang terjadi. Selain itu untuk meredakan nyeri bisa menggunakan kortikosteroid oral.

Selain menggunakan obat-obatan, dalam melakukan penyembuhan bisa juga dengan cara Fisioterapi. Caranya menggunakan energi listrik untuk merangsang kembali semua saraf dan mampu menghilangkan rasa nyerinya.

Jika, kasusnya sudah terlalu parah, biasanya dokter akan memberikan solusi untuk melakukan operasi dan pemotongan. Seperti, jaringan parut, bagian dari tulang sampai material cakram untuk mengatasinya.

Penyebab Saraf Kejepit

Ada banyak alasan mengapa Anda bisa merasakan Saraf Kejepit seperti ini. Salah satunya adalah faktor usia yang memang mempunyai pengaruh cukup besar. Atau ada cidera pada tulang belakang.

Kondisi tersebut diawali dengan aktivitas yang berlebihan dan selalu memanfaatkan Tulang Belakang hingga, mengalami cidera. Atau berat badan Anda terlalu berlebihan, kondisi tersebut juga menyebabkan terjadinya cidera.

Untuk pemulihannya biasanya Anda akan disarankan melakukan CT SCAN atau Xray terlebih dulu. Sebagai penunjangnya biasanya ditambahkan juga dengan pemeriksaan secara MRI agar hasilnya lebih akurat lagi.

Saraf Kejepit tidak boleh dibiarkan begitu saja. Dimana, Anda harus memeriksakannya ke Dokter bila sudah mengetahui dan merasakan bagaimana gejalanya. Karena, kalau ditunda maka dampaknya tidak akan bagus.