in

Mengenal Pola Diet Mediteran yang Mampu Cegah Penyakit Dimensia

Bagikan Artikel Ini

Diet merupakan kegiatan mengurangi lemak dalam tubuh yang sudah berlebihan demi menjaga kesehatan tubuh agar selalu dalam kondisi prima. Poin paling penting adalah menjaga pola makan yang jadi sumber utama penambahan berat badan.

Diantara banyaknya pilihan, Mediterania bisa jadi sebuah pilihan. Di mana setiap orang hanya diperbolehkan makan sayuran, buah, biji-bijian, kacang-kacangan, serta berbagai menu dengan kandungan lemak sehat untuk tubuh.

Tidak hanya berguna untuk menurunkan berat badan saja. Pola Mediterania ini konon juga berguna mengatasi penyakit dimensia atau penurunan fungsi kognitif. Di mana penderitanya akan kehilangan memori, cara berbahasa, tingkah laku sampai penilaian.

Apakah pernyataan tersebut benar adanya? Menurut penelitian yang sudah dilakukan Jurnal Neurology dengan melibatkan 343 orang. Mereka punya risiko tinggi terhadap Alzhemeir atau bentuk Dimensia yang sering terjadi bahkan, prosentasenya mencapai 70%.

Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa, mereka yang tidak mematuhi aturan dari Diet Mediterania memiliki risiko terjadinya penumpukan amiloid atau cairan pada tulang belakang. Bahkan, kondisinya semakin para dari hari ke hari. Sedangkan, yang menerapkan Diet Mediterania, mampu mengurangi risiko tersebut.

Kesimpulan dari penelitian tersebut terungkap bahwa, penurunan dari Dimensia bagi mereka yang menjalankan pola Mediterania mampu menurunkan sekitar 34%. Angka yang cukup besar. Tetapi, belum bisa dijadikan rujukan karena, harus diteliti lebih lanjut.

Cara Menjalankan Diet Mediterania

Terlepas dari baik atau tidaknya Diet ini untuk penyakit Dimensia, bagi Anda yang ingin menurunkan berat badan dengan langkah ini. Ada beberapa hal wajib diperhatikan. Pola makan khas Yunani dan Italia ini mengutamakan makanan yang bersumber pada karbohidrat kompleks, mineral, vitamin, serta antioksidan.

Untuk berbagai sumber lainnya seperti protein, ikan, daging merah dan telur tetap boleh dikonsumsi asalkan porsinya lebih sedikit dari biasanya. Untuk konsumsi harian yang disarankan adalah berbagai buah dan sayur paling utama.

Jika, harus mengalami proses penggorengan maka, lebih baik mengganti minyaknya dengan Zaitun. Masih boleh makan nasi karena, jadi sumber karbo terbaik yang disarankan. Hanya saja, lihat porsinya satu kali makan.

Bisa diselingi dengan pasta atau menu lainnya. Tetapi, tetap diperhatikan berbagai menu makanan lainnya yaitu telur atau daging. Karena, tubuh tetap perlu lemak sebagai bagian dari pembentukan energi.

Usahakan pula setiap satu minggu sekali, konsumsi makanan berbahan ikan. Begitu pula dengan satu bulan sekali. Dengan memenuhi berbagai kandungan ini, tubuh Anda berada dalam kondisi prima dan risiko munculnya penyakit akibat diet bisa berkurang.

Pantangan Dalam Diet Mediterania

Ada berbagai macam pantangan yang harus diperhatikan dalam menjalankan pola Mediterania. Seperti, mengurangi konsumsi gula. Kadar glukosa yang berlebihan dalam tubuh mengakibatkan penumpukan lemak.

Jadi, usahakan menghindari permen, gula, sampai minuman bersoda. Boleh konsumsi tetapi, angkanya harus diperhatikan. Satu piring nasi putih hangat dan teh manis panas satu gelas sudah cukup mencukupi kadar glukosa dalam tubuh.

Poin kedua adalah mengurangi berbagai macam tepung olahan seperti roti putih hingga berbagai menu olahan seperti sosis dan nugget yang jadi sumber lemak trans terbanyak. Jangan pula konsumsi semua makanan dengan label rendah lemak.

Pada dasarnya label tersebut tetap membawa lemak yang banyak bagi Anda yang sedang menjalakan Diet Mediteran. Poin paling penting pula adalah mengganti minyak goreng dengan sumber yang lebih alami.

Mulai dari bawang, zaitun, atau bahkan alpukat. Dengan begini, konsumsi gorengan jauh lebih sehat dibandingkan dengan minyak yang dijual dipasaran. Bisa dikatakan menjalankan Diet ini hidup Anda akan semakin sehat karena, semua makanan masih diperbolehkan hanya saja beberapa sumber penyumbang lemak porsinya dikurangi hingga 70%. Selamat Mencoba!