in

Penting! Perhatikan Awal Kemunculan Diabetes

Bagikan Artikel Ini

Diabetes Melitus merupakan gangguan metabolisme yang cukup di mana kadar gula dalam darah meningkat pesat. Tidak hanya pada gula saja, karbohidrat, lipid, serta protein juga ikut terganggu akibat adanya insufiensi fungsi insulin.

Penyakit ini tidak dianggap remeh, sangat berbahaya jika tidak komplikasi. Sebenarnya, setiap orang mampu mendeteksi sendiri apakah dirinya terserang diabetes atau tidak. Berikut ciri-ciri yang dapat dijadikan indikator sebelum dibawa ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Sering Buang Air Kecil

Poin pertama yang harus diwaspadai adalah sering buang air kecil terutama pada saat malam hari. Ciri ini disebut dengan Poluria, keadaan dimana seseorang akan terbangun tengah malam untuk buang air kecil.

Hal tersebut terjadi karena, kadar gula dalam darah tinggi. Pada siklusnya kadar gula yang ada dalam darah akan disaring terlebih dahulu di Ginjal. Kemudian, diserap kembali ke dalam darah.

Sayangnya, kadar gula tersebut sangat tinggi sehingga, ginjal tidak mampu menyerap semuanya. Hingga akhirnya organ tersebut harus bekerja keras untuk proses pencariannya. Karena, masih tersisa kelebihannya, dibuang melalui urin.

Di mana air kencing ini terlihat kental, menghadapi kondisi tersebut Ginjal akan mengambil cairan lebih banyak dari biasanya. Dengan begini akan mengirim sinyal ke otak yang menandakan Anda kehausan.

Kondisi tersebut membuat tubuh terlalu banyak cairan dan ginjal akan mengeluarkannya melalui urin. inilah siklus yang membuat Anda sering buang air kecil. Terutama saat tengah malam.

Keadaan ini mengakibatkan Anda menjadi lebih sering haus yang menjadi ciri selanjutnya seseorang menderita Diabetes Melitus. Jika, hal ini terjadi bukan karena, faktor cuaca lebih baik periksakan ke dokter. Tetapi, bila suhu terlalu panas, usahakan minum air putih untuk menjaga kadar gula Anda.

Cepat Sekali Lapar

Salah satu kondisi yang sering terjadi tetapi, Anda mengabaikannya adalah cepat lapar Walaupun, sudah makan berat. Hal tersebut terjadi karena, peran hormon insulin yang sudah terganggu.

Setelah makan, tubuh akan mengubah makanan menjadi Glukosa. Kemudian, berubah lagi menjadi sumber energi untuk setiap sel, jaringan, serta berbagai organ tubuh. Dalam kasus penderita diabetes.

Perubahan dari glukosa menjadi energi ini akan terhambat. Sehingga, tubuh merasa belum mendapatkan energi sama sekali sehingga, akan mengirimkan sinyal untuk segera makan agar bisa melanjutkan aktivitas kembali.

Berat Badan Turun Seketika

Selanjutnya, cobalah lihat berat badan Anda. Apakah turun drastis langsung 5 kg dalam waktu satu minggu tanpa adanya upaya melakukan penurunan. Jika, itu terjadi lebih baik langsung datang ke dokter untuk periksa.

Hal ini terjadi karena, insulin yang bekerja untuk memberikan tubuh energi tidak mampu memaksimalkan kinerjanya sehingga, energi yang seharusnya didapatkan dari makanan jadi tidak sempurna.

Dengan begini tubuh akan mencari sumber kekuatan lainnya. Sehingga, kadar lemak dan otot yang menumpuk akan ikut diubah menjadi energi. Inilah alasan utama mengapa penderita gula identik dengan penurunan berat badan.

Perlu diketahui bahwa, otot tubuh tersebut menyumbang sekitar 45% berat badan tubuh. Jadi, bila berat Anda adalah 100 kg. Maka, otot sendiri memiliki berat sampai 45 kilogram. Cukup berat bukan?

Gejala Diabetes sendiri sebenarnya merupakan penyakit yang berasal dari genetika atau keturunan. Tetapi, pola hidup yang tidak sehat juga mempengaruhinya. Oleh karena itu, mulai sekarang cobalah mengubah gaya hidup jadi lebih baik.

Mulai dari memilih makanan dan minuman sehat seperti buah dan sayur. Mengurangi konsumsi gula sampai rutin berolahraga. Dengan begini Anda akan mendapatkan tubuh yang sehat dan kuat. Terutama, bagi keluarga yang pernah punya riwayat diabetes kemungkinan terjangkit sangat tinggi.