in

Sayur Bayam Tidak Boleh Dipanaskan Mitos atau Fakta?

Bagikan Artikel Ini

Sayur Bayam menjadi salah satu menu favorit dengan kandungan gizi cukup lengkap dan dibutuhkan oleh tubuh. Hanya saja, ada banyak pertanyaan muncul apakah makanan ini boleh dipanaskan kembali atau tidak?

Harus diakui bahwa, menyantap hidangan dalam keadaan hangat membuat nafsu makan akan semakin bertambah. Tetapi, bagaimana dengan bayam yang menurut berbagai pihak mengatakan bahwa, dipanaskan dua kali bahan tersebut mengeluarkan racun.

Menurut pernyataan berbagai dokter ahli gizi, sebaiknya semua menu yang menggunakan sayuran sebagai bahan utamanya jangan dipanaskan kembali. Hal tersebut membuat kadar gizi di dalamnya akan berkurang.

Sebenarnya, pada saat memasaknya pertama kali semua kandungan tersebut sudah terlarut ke kuah. Tetapi, ketika diulangi kembali, ada beberapa vitamin yang akan menghilang baik di kuah atau sayur tersebut.

Begini Penjelasan Untuk Sayur Bayam

Bayam sendiri mempunyai berbagai kandungan baik yang dibutuhkan oleh tubuh seperti fosfor, zat besi, kalsium, serta asam folat. Perlu diketahui bahwa, bahan sayuran yang mempunyai nama ilmiah Amaranthus ini mengandung senyawa nitrat.

Kandungan tersebut didapatkannya saat mereka masih berada di dalam tanah. Kadarnya tergantung dari penggunaan pupuk, kondisi tanah, udara serta kadar airnya. Sebenarnya, Nitrat tersebut tidak begitu berbahaya ketika masuk ke tubuh.

Bahkan, memberikan manfaat seperti melemaskan pembuluh, sehingga mampu menurunkan tekanan darah. Hanya saja, ada hal lain yang ikut mengancam. Dimana, Nitrat akan berubah menjadi Nitrit.

Inilah yang justru membuat tubuh mengalami tanda bahaya. Karena, perubahan tersebut berisiko membentuk karsinogen. Sebuah senyawa yang menjadi penyebab hadirnya sel kanker. Sayangnya, ada hal yang salah dipahami oleh masyarakat.

Dimana mereka mengira kalau bayam dipanasakan kembali sangat berbahaya dan mampu menyebabkan kanker. Sayangnya, pernyataan tersebut salah dan hanya mitos saja. Jadi, apakah boleh untuk dipanaskan?

Cara memanaskan bayam dengan benar

Jika, dilihat dari pernyataan di atas dan berbagai dokter ahli gizi maka jawabannya boleh asalkan, Anda mampu memanaskannya dengan benar. Dimana, tidak boleh dalam suhu tinggi serta cukup api kecil saja.

Selain itu jangan terlalu lama, sekitar 2 menit saja sudah cukup. Poin pentingnya adalah makanan tersebut berada dalam suhu hangat. Dengan begini seluruh kandungannya, tidak akan terlarut banyak dalam air.

Perlu diketahui bahwa, saat memanaskan kembali sebenarnya, kandungan nitrat dalam bayam tersebut akan menghilang.  Dengan begini, kemungkinan mengubahnya menjadi nitrit sangat kecil

Menjadi catatan penting adalah kandungan nitrat dalam bayam tersebut sebenarnya, masih dalam kondisi normal. Jadi, Anda tidak perlu takut untuk konsumsi. Hanya saja, jangan pernah memberikannya pada bayi.

Jika, terpaksa untuk memberikannya sebagai perkenalan terhadap sayuran maka, lebih baik 2 sendok saja, jangan sampai lebih. Pada bayi, kandungan nitrat ini akan sangat berbahaya jadi, jangan terlalu banyak memberikannya.

Mitos atau fakta mengenai bayam

Bisa dikatakan tidak boleh memanaskan bayam adalah fakta karena, ada banyak vitamin dan mineral akan larut dan menghilang. Tetapi, saat pernyataan tersebut berkata, bahwa sayuran ini mengandung racun maka jawabannya mitos.

Pada dasarnya, sayuran hijau tersebut sudah punya kandungan yang cukup berbahaya yaitu karsinogen yang berasal dari nitrit. Mulai sekarang jangan hanya percaya pada pernyataan yang tidak benar.

Tetapi, poin pentingnya adalah waktu memanaskannya tidak boleh lebih dari 5 menit. Kemudian, menggunakan suhu paling rendah atau lebih baik api kecil saja. Perlu jadi catatan pula jangan terlalu sering konsumsi. Satu bulan 3 kali sudah cukup.

Sayur bayam menjadi menu yang mudah untuk dibuat, kandungan gizinya juga cukup banyak. Sayangnya, banyak mitos tentang menu satu ini masih bertebaran. Setelah ini jangan lupa dipanaskan agar semakin nikmat dalam menyantapnya tetapi, jangan terlalu lama.