in

Mengapa Anda Harus Berbuka Dengan yang Manis? Ini Kata Dokter

Bagikan Artikel Ini

Salah satu kegiatan rutin yang dilakukan masyarakat muslim saat bulan Ramadhan selain beribadah adalah mempersiapkan hidangan untuk berbuka. Dari berbagai menu hampir semuanya mempunyai cita rasa manis.

Mulai dari kolak, es buah, setup pisang sampai buah kurma. Hampir semuanya manis. Sampai Nabi Muhammad SAW juga berpesan untuk berbuka dengan yang manis. Lalu Kenapa saran dan budaya ini diwajibkan?

Menurut pakar dan dokter, manis menjadi penting sebagai bagian dari penambahan energi. Saat berpuasa, gula dalam darah akan menurun. Kebutuhannya harus terjaga agar Anda tidak merasa lemas puasa seharian penuh.

Saat Anda tidak makan apa-apa, energi yang ada didalam tubuh diambil dari glukosa. Bila tidak ditambah bisa saja Anda akan lemas dan malas dalam beraktivitas. Hanya saja, jangan sembarangan berbuka dengan yang manis.

Perhatikan pula kadar gizi dan vitamin yang terkandung didalamnya. Ingat, tubuh kekurangan banyak asupan saat berpuasa. Hal tersebut harus diimbangi dengan pemenuhan gizi serta vitamin Agar keseimbangannya kembali seperti semula.

Dapat Diolah Oleh Tubuh

Semua olahan manis merupakan sumber kalori, inilah alasannya mengapa pada saat diet Anda harus mengurangi konsumsi manis tersebut. Dengan konsumsi ini proses metabolisme akan berjalan lancar.

Tetapi, harap diperhatikan saat proses konsumsi. Lebih disarankan konsumsi gula yang tidak mengandung pemanis tambahan. Jadi, lebih baik diambil dari buah. Misalnya saja, buah naga, mangga yang manis dan banyak lagi.

Buah sangat dianjurkan karena mempunyai kandungan serat yang tinggi sehingga kebutuhannya untuk energi esok hari bisa terpenuhi. Perlu diingat, pada saat puas kalori juga harus dijaga jangan hanya asal saja.

Bagi penderita diabetes, berbuka dengan yang manis memang sangat disarankan. Tetapi, ingat pula tentang kadarnya. Oleh karena itu, pemilihan buah sangatlah bermanfaat. Manisnya tidak terlalu tinggi.

Hati-Hati Bisa Berlebihan

Walau tetap diperbolehkan tetap hati-hati dalam konsumsi. Buah dengan cita rasa manis bila dikonsumsi terlalu berlebihan bisa mengakibatkan terjadinya penyakit terutama untuk penderita Diabetes.

Sebagai contoh, saat Anda makan 3 buah kurma. Bila dilihat dari kandungannya satu buah kurma mengandung sekitar 23 kalori, 5,3 gram gula, 6,2  gram karbohidrat serta 0,7 gram serat. Jadi, bila konsumsi 3 langsung maka kebutuhannya sudah cukup.

Untuk memenuhi kebutuhan tubuh yang hilang karena, puasa. Menikmati buah ini sudah cukup. Tidak heran bila sejak dulu Kurma dijadikan menu buka puasa wajib. Karena, mampu memenuhi kebutuhan vitamin dalam tubuh.

Berbeda bila Anda konsumsi es teh atau es buah. Memang, saat berbuka rasa haus akan terasa dan ingin sekali menikmati yang segar. Terutama es, dan teh menjadi minuman paling cocok.

Sayangnya keduanya kurang sehat bila dikonsumsi. Penggunaan gula pasir sendiri memberikan efek kurang bagus dan bisa menyebabkan naiknya kalori secara berlebihan. Jika, hal itu terjadi Gula darah akan melonjak tinggi.

Hal ini harus diperhatikan benar terutama bagi Anda penderita diabetes. Usahakan menghindari es teh terlebih dulu. Begitu pula dengan teh hangat, lebih baik buah kemudian air putih agar lebih sehat.

Perlu diingat walaupun, bisa mengembalikan tubuh tetapi, seluruh kandungan manis tetap tidak membuat Anda menjadi kenyang. Oleh karena itu batasi konsumsinya. Karena, hal ini juga yang jadi faktor bertambahnya berat badan.

Perlu diingat, penambahan kalori dari makan dengan kekurangan saat berpuasa jauh lebih tinggi asupannya. Jadi, penambahan akan terus terjadi walau berkurang secara perlahan. Sayangnya hal tersebut tidak bisa jadi seimbang. Jadi, harap perhatikan benar ya!