in

Mengenal Asal-Usul Dari Rujak Cingur Makanan Khas Surabaya

Bagikan Artikel Ini

Salah satu menu makanan paling nikmat yang harus Anda nikmati saat pergi ke Surabaya adalah Rujak Cingur. Apa yang spesial dari menu ini? Sebenarnya, terletak di dalam bumbu yang digunakan.

Sebenarnya, kuliner Rujak Cingur ini tidak hanya ada di Kota Pahlawan saja. Beberapa Kota mencoba menghadirkannya. Tetapi, satu hal yang mengherankan adalah. Cita rasanya tidak ada sama persis dengan aslinya.

Seperti ada yang kurang walau, semua bumbu tersebut otentik. Terlepas dari cita rasanya, ternyata Rujak Cingur ini memiliki sejarah cukup panjang. Beberapa pakar kuliner menyakini, menu tersebut berasal dari Mesir.

Sejarah dari Rujak Cingur

Ada sebuah cerita menarik yang diyakini oleh beberapa sumber mengenai menu satu ini. Di mana asal-usulnya memang berasal dari Mesir. Di ana disebutkan Raja yang sedang menjabat adalah Fir’aun Hanyokrowati.

Samapi saat ini beberapa pakar masih meneliti dari mana asal-usul Raja Firaun Hanyokrowati Karena, dari segi nama memang terdengar asing. Tetapi, semua orang mempercayainya bahkan, saat beberapa ilmu kuliner diberikan.

Cerita tersebut masih di amini oleh banyak orang. Raja tersebut sedang berulang tahun dan menginginkan sesuatu yang berbeda dari biasanya. Menu makanan terbaik, bila perlu membuat makanan baru.

Sayangnya, semua koki kerajaan tidak mampu memenuhi keinginan tersebut. Semua hidangan tersebut membuatnya tidak nafsu makan. Harapannya di hari ulang tahun mendapatkan kenikmatan sebuah makanan pupus sudah.

Di tengah kegelisahan serta kegalauan hati Firaun. Ada seorang pengawal istana yang memberitahu tentang seseorang membuat sebuah makanan spesial. Awalnya sang Raja enggan menerimanya karena, semua koki terbaiknya saja tidak mampu memenuhi harapan beliau.

Lalu, bagaimana dengan orang tersebut? Dengan berbagai macam pertimbangan Firaun mengizinkan pengawal yang bernama Abdul Rojak untuk masuk. Bila dilihat kembali Abdul Rojak ini sebenarnya adalah seorang pengembara lautan.

Dia sedang singgah di Mesir dan selalu membuat sebuah makanan lezat yang dibungkus dengan daun pisang. Sebelum disajikan, pihak keamanan dan kesahatan kerajaan memeriksa berbagai kandungannya terlebih dulu. Apakah bahaya atau tidak?

Rujak Cingur Di Bawa Ke Surabaya

Setelah dinyatakan aman,Raja menikmatinya dan menyukai menutersebut. Cita rasanya memang berbeda karena, bercampur dari pedas dan manis sehingga, keringat Raja bercucuran.

Firaun ingin menu tersebut selalu ada di kerajaan. Akhirnya, Abdul Rojak melakukan pertukaran. Resep dengan sebuah Kapal Mewah. Setelah mereka sepakat, Abdul Rojak pergi ke Surabaya.

Sayangnya, cingur unta di kota Pahlawan tersebut tidak ada. Akhirnya, menggunakan cingur sapi sebagai salah satu bahan makanannya. Bila diartikan dalam bahasa Indonesia Cingur disini artinya adalah mulut.

Banyak orang mengira kenikmatan dari Rujak Cingur Surabaya ini terletak di Cingurnya yang membuat lidah enggan untuk berhenti. Sementara dari bumbunya sendiri sudah mengalami sedikit modifikasi.

Karena, bumbu saat ini cita rasa pedasnya sedikit dikurangi dan penambahan beberapa sayuran. Sehingga, kenikmatannya semakin bertambah lezat. Lalu, mengapa bumbu yang digunakan berbeda?

Sebenarnya, bukan berbeda hanya saja keberanian pedagang dalam membuatnya. Surabaya dikenal dengan cita rasa pedasnya, Kepedasan inilah yang jadi unggulan, di mana tingkatnya tidak mampu mencapai tempat aslinya.

Anda suka dengan makanan Rujak Cingur ini? Coba saja nikmati kenikmatannya saat berkunjung ke Surabaya. Tetapi, bagi yang tidak suka pedas, tinggal bilang saja pedas dikurangi. kalau semua dihilangkan rasanya akan mirip ke pecel madiun.

Cukup unik dan menarik sekali bukan, sejarah dari Rujak Cingur. Kalau Anda sendiri bagaimana? Sudah pernah menyantapnya? Atau bahkan, batu mendengar nama ini? Jangan lupa dicoba, dijamin ketagihan.