in

Mengenal Kuliner Gudeg Konon Usianya Sudah Ratusan Tahun

Bagikan Artikel Ini

Salah satu menu di Yogyakarta yang harus Anda nikmati adalah Gudeg. Di mana makanan khas tersebut sudah melekat erat hingga, menjadi ikon yang akan terus melekat. Mungkin, sebagian besar Anda bertanya-tanya, Dari mana sebenarnya menu tersebut?

Memang, belum jelas kapan dan siapa yang memunculkan Gudeg. Tetapi, menurut para pakar, makanan itu hadir bersamaan dengan kemunculan Kerajaan Mataram Islam. Tepatnya ada di Alas Mentaok, Kota Gede pada abad ke 15.

Dengan begini, secara tidak langsung menu khas Yogyakarta ini sudah ada sebelum Jogja itu sendiri berdiri. Dalam sejarahnya, untuk membangun sebuah kerajaan, di Alas Mentaok banyak pepohonan ditebang.

Ada Nangka, Kelapa, serta Melinjo ketiganya waktu itu sangat melimpah. Prajurit yang pada saat itu sedang kelaparan akhirinya, mencoba untuk membuatnya menjadi kreasi menu yang dapat dinikmati.

Awal Mula Penamaan Gudeg

Penemunya sudah ditemukan lalu, dari mana istilah Gudeg tersebut berasal? Menurut penelitian, berasal dari cara membuatnya. Di mana, untuk membuatnya jadi olahan makanan jadi ini setiap orang harus mengaduknya.

Dalam bahasa Jawa, aktivitas mengaduk ini disebut juga dengan nama Hangudek. Selanjutnya, makanan ini terus dikembangkan dan dinikmati oleh orang banyak. Pada tahun 1726 sampai 1928 masa Sultan Agung.

Menu ini terus dibuat untuk jamuan para Raja, hal tersebut juga dilakukan oleh seorang pangeran yang berasal dari Kerajaan Klaten. Di mana banyak para tamu yang menyukai sajian itu dan mengaku ingin menikmatinya lagi.

Perkembangan Gudeg Dari Masa ke Masa

Perkembangan dari Gudeg sendiri cukup mengesankan. Di mulai sejak tahun 1949 atau saat berdirinya Universitas Gajah Mada. Saat itu makanan ini menjadi salah satu favorit untuk para mahasiswa.

Rasanya yang manis dan unik membuat banyak orang yang menyukainya. Dari para mahasiswa ini nama Gudeg sendiri terus berkembang sangat pesat. Mereka menceritakan pengalamannya menikmati makanan tersebut.

Hingga, banyak wisatawan Nusantara ingin mencobanya hingga akhirnya mereka mulai menikmatinya. Gudeg sendiri sudah mendarah daging di Yogyakarta, di mana Anda bisa mengetahui salah satu sudutnya yang terkenal dengan Kampung Gudeg.

Daerah tersebut ada di kawasan Wijilan, ada banyak penjual makanan khas ini. Dengan berbagai pilihan dan cita rasa khas. Tidak heran bila sampai saat ini, banyak wisatawan Nusantara langsung menuju titik tersebut untuk menikmati sajian khas tersebut.

Setiap Orang Punya Ciri Khas

Nangka muda menjadi bahan utama untuk membuat kuliner ini, hanya saja lauk yang diberikan berbeda satu sama lain. Ada yang hanya menggunakan telur, tahu, dan ayam. Tetapi, saat ini hampir semuanya menggunakan.

Tergantung dari pilihan Anda mana yang akan dipilih. Saat ini penjual juga sudah mengembangkannya, dengan adanya dua varian yaitu jering dan basah. Tetapi, salah satu yang harus Anda nikmati saat ke Jogja adalah Gudeg Manggar.

Sayangnya, Gudeg Manggar ini sendiri saat ini sudah mulai langka, karena, bahan pembuatannya sendiri sangat sulit. Karena, menggunakan bambu muda kemudian, di tambah dengan beberapa potongan daging.

Sampai saat ini Gudeg masih menjadi makanan favorit bahkan, sesuai dengan kreasi dan tuntutan zaman. Saat ini banyak varian yang menempatkan Gudeg pada kaleng. Lebih praktis dengan cita rasanya yang tetap sama enaknya.

Sejarah panjang Gudeg memang menarik untuk disimak. Di mana, makanan kesukaan para Raja ini harus Anda nikmati pula. Apalagi, saat ini menu tersebut sudah banyak disajikan di berbagai Kota dengan versi mereka. Hanya saja, Gudeg Jogja masih tetap yang terbaik di antara semuanya. Jadi, jangan sampai terlewat ya.