in

Sejarah Tempe yang Diusulkan Jadi Warisan Dunia

Bagikan Artikel Ini

Siapa yang tidak mengenal tempe, makanan tradisional ini sekarang sudah mendunia. Banyak orang menyukainya dan jadi andalan di berbagai gerai. Kenikmatannya memang tidak perlu diragukan. Apa lagi dalam pengolahannya cukup mudah.

Bisa dijadikan sebagai olahan tradisional hingga modern dengan harga selangit. Saat ini olahan dari kacang kedelai tersebut sedang diajukan sebagai warisan dunia ke UNESCO. Karena, punya latar belakang sejarah cukup mengesankan.

Satu hal yang cukup menarik dari makanan ini adalah istilah yang digunakan. Sebenarnya, tempe ini sendiri berasal dari menempe. Merupakan kata kerja yang mengandung makna sesuai dengan pembuatannya.

Di seluruh dunia kurang lebih tersedia 22 macam kacang. Seluruhnya bisa digunakan sebagai bahan untuk membuat Tempe. Bila dilihat dari sejarahnya, makanan tradisional ini sudah tersedia sejak abad ke 19.

Penelusuran Sejarah Tempe

Dalam penelusuran sejarahnya Mas Cebolang sedang melakukan perjalanan dari Candi Prambanan menuju ke Pajang. Kemudian, beliau singgah terlebih dulu di Dusun Tembayat, Klaten. Oleh Pangeran Bayat disuguhkan salah satu menunya adalah Brambang Jae Santen tempe.

Menurut bahasanya, nama makanan ini sebenarnya, diambil dari Kata Tumpi. Mempunyai arti makanan yang dibuat dari kedelai hitam. Pada abad ke 16, hampir seluruh kerajaan di Jawa mulai mengembangkannya.

Sehingga, banyak masyarakat menyukainya dan jadi salah satu menu paling mewah. Nabati terbaik pengganti dari daging. Tidak heran bila setiap daerah seperti, Yogyakarta, Pekalongan, Malang, dan Banyumas punya menu satu ini.

Menurut sumber lain dikisahkan bahwa, dalam sebuah prasasti ada sebuah tulisan bermakna Taufu atau produk yang terbuat dari kedelai. Hal ini menjadi bukti, bahwa sebenarnya makanan ini menjadi sebuah warisan dunia.

Dalam sebuah tradisi, tempe juga sudah digunakan untuk acara kenduri. Atau upacara untuk memperingati orang meninggal yang sampai saat ini masih dijalankan oleh beberapa masyarakat Jawa Timur.

Seperti, Madiun, Pacitan, Trenggalek, dimana elemen tersebut tidak pernah lupa dimasukkan. Selain itu, beberapa musisi di tahun 80 an. Ada yang menciptakan lagu di mana liriknya menggunakan nama kuliner khas Indonesia ini.

Cukup Banyak Vitamin dan Diminati

Zaman sudah berubah, di mana banyak daging yang lebih disukai oleh semua orang sebagai bagian memenuhi kebutuhan nutrisi harian. Tetapi, Tempe masih menjadi favorit berbagai kalangan. Bukannya hanya masyarakat kecil saja.

Mereka kalangan atas juga masih menikmati kuliner lezat ini dengan berbagai macam cara. Mungkin digoreng, atau di olah menjadi makanan nikmat. Pada dasarnya Tempe dapat digabung dengan berbagai jenis olahan.

Disantap dalam keadaan apa saja tetap cocok. Misalnya, digoreng saja kemudian untuk camilan saat sore hari tiba. Atau pada kesempatan lainnya, menu ini selalu menjadi favorit seluruh masyarakat Indonesia.

Melalui sejarah panjang yang terus ditularkan kepada anak cucu. Beberapa orang menggagas bahwa Tempe bisa menjadi warisan dunia. Karena, ada sejarah kental yang seakan tidak pernah putus untuk mengolah kacang jadi tempe.

Bila disetujui oleh UNESCO tentang pengajuan tersebut, bukan tidak mungkin akan ada banyak orang yang akan menikmat kuliner satu ini. Apalagi, mereka tahu manfaat terbesar yang ada didalamnya.

Membuat olahan makanan tempe akan selalu menjadi pilihan utama. Pengajuannya sudah dilakukan. hanya tinggal menunggu keputusan saja. Hal ini juga digunakan sebagai upaya Indonesia dalam melindungi kebudayaannya.

Karena, saat ini sudah banyak negara lain yang berusaha mengembangkan bisnis ini dengan banyak tekonologi canggih bermunculan. Sebelum, diakui oleh dunia, tidak ada salahnya dilindungi dengan mendapatkan pengakuan dari dunia.