in

Alasan Mengapa Uban Dilarang Dicabut Menurut Medis

Bagikan Artikel Ini

Bagi umat islam pasti sudah tahu bagaimana hukum mencabut uban yang sudah mulai tumbuh. Di mana Rasulullah memang melarangnya. Ternyata, larangan tersebut bukan tanpa sebab. Ada penjelasan medis yang bisa diyakini bahwa, perngaruhnya terhadap kesehatan memang tinggi.

Mencabut uban bukan solusi agar pertumbuhannya tidak akan kembali lagi. Beberapa waktu kemudian , pasti akan tumbuh dengan warna yang sama. Kebiasaan Anda tersebut juga berisiko cukup besar terutama soal kesehatan rambut.

Bisa saja merusak struktur tekstur alami dari helai untaian rambut itu sendiri. Efek sampingnya adalah pertumbuhannya jauh lebih kusut dan kurang nyaman dipandang mata. Daripada, Anda membiarkannya begitu saja

Kusutnya rambut menjadi salah satu pertanda bahwa, rambut Anda kurang sehat. Kerusakan rambut juga berpengaruh pada penampilan. Apakah, hanya itu saja? Tidak, berikut ini ada beberapa efek samping dari seringnya mencabut uban dan tidak pernah Anda sadari.

Merusak Kulit Kepala

Kemunculan uban sebenarnya bukan tanpa sebab melainkan, karena kulit kepala kehilangan melanosit atau sel pigmen pada kulit rambut. Biasanya kejadian tersebut karena, faktor usia dikisaran 40 tahun.

Tetapi, ada juga yang barus berusia 20 tahun sudah tumbuh uban. Bukan berarti ada kerusakan melainkan faktor genetik yang membuatnya demikian. Cobalah Anda perhatikan kedua orang tua.

Jika, mereka di usia 20 tahun sudah muncul uban. Bisa jadi, nanti Anda juga akan mewarisinya. Oleh karena itu, pencabutan uban sangat tidak efektif menekan pertumbuhannya. Justru dapat merusak folikel pada rambut.

Kerusakan pada folikel akan berujung pada kesehatan yang lainnya. Penyakit tersebut bernama Folikulitis di mana efeknya membuat penurunan kekebalan tubuh. Bahkan, risiko terbesarnya adalah menderita penyakit HIV serta diabetes.

Selain itu, efek lainnya adalah adalah tumbuhnya jamur serta berbagai virus. Sehingga, kondisi kulit kepala akan semakin parah. Oleh karena itu, cobalah untuk mengurangi aktivitas pencabutan secara paksa uban.

Seluruh Area Kepala Rontok

Pencabutan secara paksa tersebut membuat beberapa kerusakan pada beberapa bagian di area kepala. Selain itu, pertumbuhannya akan semakin terganggu hal itu juga jadi permanen dan membuat kerusakan sangat serius.

Selain itu, ada beberapa kondisi serius seperti, kulit kepala yang berminyak kondisinya akan bersisik berwarna merah dan kekuningan. Selain itu, efek lain yang bisa dilihat adalah Lichen Planus.

Kondisi tersebut biasanya terjadi pada mereka yang punya indikasi penyakit Hepatitis B dan C, Linchen Planus ini adalah kondisi kulit akan melenting kemudian, warnanya juga berubah menjadi merah keunguan.

Kondisinya akan semakin parah bila Anda masih belum mau mengurangi kebiasaan tersebut. Sehingga, tumbuh jerawat kecil dan bernanah rasanya sangat panas dan gatal. Hal ini pasti akan mengganggu aktivitas Anda.

Muncul Infeksi Serius

Proses pencabutan secara berkelanjutan membuat luka parah akan terjadi. Terutama, soal infeksi yang muncul hal ini terjadi karena, rambut pengganti yang seharusnya muncul. Tidak, bisa tumbuh ke luar.

Melainkan, tumbuh ke bagian dalam. Efeknya begitu luar biasa, mampu menumbuhkan jaringan parut. Membuat Anda merasa kurang nyaman sampai merasakan nyeri luar biasa. Hal ini juga bisa jadi pemicu munculnya berbagai permasalahan kulit kepala lainnya.

Mulai dari yang ringan sampai parah. Dari fakta diatas membuat Anda harus segera mengurangi kebiasaan buruk tersebut sejak sekarang. Biarkan saja uban tumbuh di kepala karena, tidak akan mengubah penampilan.

Tinggal bagaimana caranya Anda dalam mengubahnya. Mungkin, untuk menyamarkannya tanpa perlu mencabut atau memberikan warna baru. Karena, efek keduanya sama saja kurang begitu baik untuk kulit.