in

Apa Itu Wedhus Gembel? Simak Penjelasannya Disini!

Bagikan Artikel Ini

Bagi masyarakat Jawa, nama Wedhus Gembel sudah tidak asing lagi, merupakan sebutan untuk awan panas Gunung Merapi. Mengapa penyebutannya seperti itu? Karena, tampilan secara visual seperti wedhus atau kambing lokal.

Lalu, sebenarnya wedhus gembel ini apa menurut ilmu pengetahuan. Merupakan zat padat di mana bahasa ilmiahnya bernama pyroclastic density flow, sebuah debu vulkanik, ukurannya dari ash hingga lapili.

Serta mempunyai fase gas yaitu CO2, Sulfur, Klor, serta uap air yang bercampur dengan udara serta masih banyak lagi. Pada dasarnya awan panas ini dibedakan menjadi dua pertama adalah guguran.

Terjadi, karena kubah lava yang gugur. Dengan suhu 500 sampai 600 derajat mempunyai tekanan magma yang dipengaruhi oleh gravitasi. Sementara, untuk letusan sendiri muncul akibat hancurnya magma yang membentuk sebuah partikel kemudian, terlempar secara horizontal dan vertikal.

Tipe Awan Panas Dari Merapi

Dari segi tipe yang ada Merapi sendiri merupakan Awan Panas Guguran. Karena, kubah lava yang runtuh dan terjatuh sangat menentukan laju dari awan panas tersebut. Oleh karena itu, bila volume kubah ini runtuh semakin besar, maka kecepatan awan panasnya juga semakin cepat,

Sayangnya, untuk Merapi sendiri kubah lavanya bukan merupakan tipe tunggal. Jadi, masih ada banyak kubah lava yang jadi morfologi dari puncaknya. Kestabilannya sendiri bergantung pada keadaan dari dasar kawah. Sering membentuk kubah lava baru yang cenderung tidak stabil.

Bila ada pertanyaan bahaya atau tidak awan panas ini. Jawabannya adalah iya, coba saja bayangkan suhunya mencapai 600 derajat celcius.  Jika, suhu saat air mendidih mencapai 100 derajat dan mampu membuat tangan melepuh.

Lalu bagaimana dengan 600 derajat celcius. Rasanya untuk membayangkannya saja tidak mampu. Hal tersebut terbukti pada tahun 2010 dengan letusan dahsyat merapi yang mengakibatkan korban dan banyak desa rusak.

Melihat kecepatan serta keganasannya, tidak heran bila para warga harus hati-hati. Tidak hanya terkena awan panas saja. Melainkan suhu disekitarnya juga ikut panas. Inilah alasan mengapa setiap warga harus diungsikan ke tempat yang aman.

Menurut penelitian, suhu di sekitar awan panas bisa mencapai lebih dari setengah suhu awan tersebut. Sementara, Paru-Paru sendiri tidak punya kemampuan untuk bernafas dengan suhu demikian.

Wedhus Gembel Bisa Berlari Ke mana Saja

Tidak hanya melalui udara saja, Wedhus gembel juga dapat berlari melalui sungai. Mengalir dengan kecepatan penuh dan dapat menerjang apa saja. Walau, saat ini belum terlihat. Namun, bisa jadi kemungkinan nanti akan terjadi.

Bila dilihat dari segi kecepatannya mencapai 200 km/jam. Wedhus gembel ini dapat menerjang apa saja dan hampir semuanya hancur begitu saja. Tidak peduli bangunan, hutan, bahkan, manusia langsung terbakar.

Keganasan dari wedhus gembel ini selalu ditakuti oleh penduduk lereng Merapi. Di mana mereka selalu was-was bila Gunung di Tanah Jawa itu sudah bergejolak. Jangan pernah berani menantang awan panas ini.

Bila  tidak ingin tubuh Anda terbakar begitu saja. Belajar dari pengalaman Merapi yang sudah berlalu dari tahun ke tahun. Wedhus gembel masih jadi momok terhebat bagi warga lereng. Di mana mereka harus siap untuk menghadapinya kapan saja.

Bagi Anda para pendaki yang ingin naik ke atas. Usahakan untuk mematuhi berbagai peraturan yang sudah ditetapkan oleh pihak basecamp. Terkadang, keberadaannya tanpa disengaja dan tiba-tiba mengeluarkan awan panas begitu saja.

Siapa saja yang sedang berkunjung ke Lereng Merapi harus berhati-hati karena, masyarakat Jawa sangat menghormati Gunung ini sebagai salah satu bagian dari Kerajaan. Jadi, jangan sampai melanggar adab dan ketentuan yang sudah ditetapkan. Tetap, patuhi aturan terutama dari juru kunci.