in

Asal-Usul Malam Jumat Kliwon yang Terkenal Angker

Bagikan Artikel Ini

Ini Asal-Usul Dari Malam Jumat Kliwon yang Terkenal Angker Oleh Masyarakat Jawa

Budaya dan tradisi Indonesia memang terkenal sangat kental, terutama masyarakat Jawa yang sampai sekarang masih mempercayai soal mitos dan kepercayaan orang tua zaman dulu. Salah satunya adalah malam jumat kliwon.

Bagi sebagian orang, malam jumat kliwon adalah sesuatu yang mistis, menakutkan dan terkesan angker. Mungkin, masyarakat milenial zaman sekarang bertanya-tanya, sebenarnya dari mana asal-usul tersebut?

Memang belum tahu pasti darimana sumbernya, tetapi hal ini dimulai dari masyarakat Yogyakarta. Pada hari tersebut mereka selalu menaruh sesaji berupa kembang tujuh rupa di berbagai tempat yang dipercaya terdapat mahkluk halus.

Bahkan, sampai sekarang masih ada yang melakukannya terutama di perempatan jalan. Jika, dilihat lagi ke belakang, ada sebuah cerita rakyat yang mengatakan, angkernya waktu tersebut karena pengaruh budaya dari Eropa.

Budaya Eropa Pada Malam Jumat Kliwon

Perlu diketahui bahwa, Eropa percaya setiap jumat tanggal 13 merupakan hari sial. Banyak orang dilarang mengawali sesuatu pada waktu tersebut. Menariknya, ada beberapa fakta dari sejarah dunia menunjukkan pernyataan kepercayaan tersebut benar.

Mulai dari Nazi Jerman mampu meledakkan lima bom sekaligus di Buckingham Palace Inggris pada Jumat 13 September 1940 dan terjadinya virus komputer pada hari dan tanggal yang sama. Kemudian, penurunan saham The Dow Jones Industrial Average, serta film fifthday the 13th yang tidak laku sama sekali di bioskop.

Beberapa kejadian tersebut berpengaruh pada tentara belanda. Mereka percaya bahwa, waktu itu adalah hari sial, menariknya kepercayaan ini selalu jatuh pada kliwon di penanggalan jawa.

Perlu diketahui, pada waktu itu masyarakat Jawa masih paham aliran mistis seperti ini. Awalnya dari satu orang akhirnya, menyebar dan kepercayaan ini terbentuk hingga sekarang. Karena, ketakutan inilah terkadang banyak orang sering melihat sosok hantu, tetapi sebenarnya bukan.

Pengaruh Film Nasional

Kebiasaan orang jawa yang seperti ini akhirnya, dimanfaatkan oleh para sineas perfilman Indonesia. Sayangnya, mereka menyangatkan dan membuat waktu tersebut semakin menakutkan.

Ada banyak judul dan cerita yang coba dikembangkan pada waktu ini. Kisah seramnya ternyata mengakar dan mendarah daging sampai sekarang. Beberapa orang percaya bahwa, apa yang disuguhkan itu adalah nyata.

Salah satu yang menyita perhatian adalah judul “malam jumat kliwon” yang diperankan oleh mendiang suzzana pada tahun 1986. Film tersebut sukses membuat perspektif orang mengenai waktu ini menjadi lebih mengerikan.

Cerita dari masa ke masa

Ada beberapa hal menarik yang turut mempengaruhi kepercayaan tersebut yaitu, cerita dari masa ke masa. Banyak masyarakat jawa sebenarnya tidak tahu mengapa kejadian tersebut bisa terjadi.

Karena, orang tua mereka dulu mengatakan hal seperti itu dan terjadi berulang kali. Namanya, anak kecil, pasti percaya saja bukan? Sayangnya, doktrin yang terjadi sulit untuk dikeluarkan dari diri mereka, sehingga persepsi yang sudah dibangun terus tersimpan.

Bahkan, mereka menceritakannya ke anak cucu, akan terputus dengan sendirinya bila beberapa orang menyangkal hal tersebut. Apalagi, zaman milenial sekarang dengan berkembangnya teknologi.

Perlu diketahui pula dalam cerita tersebut, para orang tua juga menyematkan bahwa, pada malam itu para leluhur yang sudah meninggal akan kembali pulang. Satu hal yang cukup mengerikan dan dipercaya oleh orang banyak

Masyarakat Jawa sering puasa di waktu itu

Zaman dulu terutama untuk masyarakat Yogyakarta sendiri sering sekali melakukan puasa tiga hari dengan perhitungan sama dengan 40 hari. Dimana, waktunya adalah rabu, kami, dan jumat.

Untuk urutan penanggalan jawa sendiri adalah wage, pon dan puncaknya adalah kliwon. Menurut kepercayaannya puasa tersebut mampu menolak bala. Sebenarnya, dulu nenek moyang hanya mengingatkan untuk mengamalkan hal ini.

Sayangnya, kepercayaan tersebut menyimpang jauh, beberapa orang bukannya melihat jumat kliwon sebagai waktu penting untuk berpuasa. Tetapi, mereka berpikir bahwa cara tersebut bukan sesuai dengan keinginan nenek moyang, sehingga menimbulkan persepsi yang baru.

Pada dasarnya malam jumat kliwon bukanlah waktu yang menakutkan. Hanya saja, beberapa orang masih sulit untuk melepaskannya, karena cerita dari masa ke masa yang sulit untuk dipatahkan. Kalau Anda sendiri bagaimana?