in

Begini Cara Membuat Pupuk Kompos Dari Sampah Rumah Tangga

Hands are holding composted earth.
Bagikan Artikel Ini

Sampah menjadi salah satu ancaman terbesar untuk manusia. Bisa menyebabkan kerusakan lingkungan dan perubahan cuaca secara global. Bahayanya juga berdampak kelestarian ekosistem. Jika, tahu dan paham bagaimana cara memanfaatkannya akan berdampak positif.

Salah satunya adalah daur ulang. Barang yang Anda tidak punya tidak harus beli. Bisa daur ulang melalui bahan tersebut. Bila beruntung, dapat dijual kembali dengan harga cukup tinggi sehingga, bisa jadi salah satu pendapatan tambahan.

Ide yang dapat diterapkan akan pengembangan pupuk kompos melalui limbah keluarga bisa dijadikan sebagai pilihan terbaik.  Hanya saja dalam pembuatannya tetap, dibantu dengan penggunaan pupuk kandang.

Karena, kotoran sapi atau kambing tersebut mampu mempercepat proses pembentukan Pupuk. Semakin cepat, maka bisa langsung digunakan dan liat hasilnya di tanaman. Berikut berbagai langkah cara membuat Pupuk Kompos yang berasal dari Sampah rumah tangga,

Bahan yang Diperlukan Untuk Proses Pembuatan

Dalam pembuatannya ada beberapa bahan utama yang harus dipersiapkan yaitu, sisa makanan bekas. Contoh, nasi, sayuran, lauk dan lain sebagainya. Di mana Anda tidak sempat memakannya tetapi, keburu basi.

Usahakan menyiapkan tempat khusus untuk sisa makanan ini. Sehingga, proses pembuatannya sendiri akan tampak lebih mudah. Selanjutnya, tanah, serbuk gergaji, atau bisa juga menggunakan Pupuk Kandang.

Bahan kedua ini berfungsi sebagai pemicu agar kompos dari limbah rumah tangga tersebut bisa berkembang dengan cepat. Kemudian, tambahkan pula EM4 dalam bahasa pertanian merupakan mikroorganisme yang akan mempercepat pembusukan dan mengurai berbagai bahan organik lainnya.

Terakhir jangan lupa gunakan air. Untuk peralatannya bisa menggunakan pisau, ember atau tempat bekas yang fungsinya sebagai pengaduk, alat pengaduk, serta satu lagi tempat untuj melarutkan EM4 tersebut,

Proses Pembuatan Pupuk Kompos

  • Cacah atau potong-potong dulu Sampah Rumah Tangga menjadi ukuran kecil. Semakin, kecil untuk penguraiannya sendiri akan sangat bagus. Jadi, usahakan untuk mencacahnya hingga terkecil.
  • Selanjutnya adalah proses inokulasi yaitu pemindahan bakteri baik atau mikroorganisme dari tempatnya pertama kali menuju ke tempat lain. Lakukan proses Inokulan ini dengan memanfaatkan pupuk kandang yang judah jadi.
  • Selanjutnya, tuang EM4 yang sudah dibeli dan dilarutkan bersama dengan air  tersebut ke bahan kompos yang sudah disiapkan.
  • Coba lihat apabila bahan tersebut sat dicampur tampak kering atau tidak. Jangan terlalu kering, usahakan tetap dalam kondisi basah jadi, tambahkan saja larutannya.
  • Jika proses tersebut sudah selesai dan dipastikan semuanya tercampur merata, masukkan bahan tersebut ke sebuah wadah untuk proses pengomposan.
  • Tutup rapat,
  • Jangan lupa lakukan pengadukan sekiranya satu minggu sekali. Tujuannya adalah aliran udara dalam wadah tersebut bisa bersikulasi dengan baik. Hal ini akan membantu proses pembentukannya jadi lebih cepat.
  • Boleh menggunakan alat untuk cek suhu, bila terjadi kenaikan itu jadi pertanda kalau mikroorganismenya sedang bekerja
  • Biasanya, proses tersebut membutuhkan waktu 7 minggu sampai 9 minggu. Saat suhu kembali normal juga jadi pertanda kalau Kompos sudah jadi dan siap untuk digunakan.
  • Penentuan kompos yang baik dapat dilihat dari tekstur warnanya,cokelat kehitaman butirannya sangat halus, dan saat dicium akan terasa seperti bau tanah.
  • Anda dapat melakukan pengemasan dengan menggunakan karung atau plastik bila memang pupuk ini dijadikan sebagai salah satu bentuk usaha.

Pemanfaatan sampah rumah tangga memang harus dilakukan. karena, paling banyak dan skalanya hampir setiap hari. Pemerintah memang menyediakan Tempat Pembuangan Akhir. Hanya saja, bila tidak ada sistem pemanfaatan. Hanya akan jadi gunung saja dan masalah lain akan muncul.