in

Cerita Rakyat Awal Mula Yogyakarta dan Aceh Jadi Daerah Istimewa

Bagikan Artikel Ini

Daerah Istimewa diberikan pada dua wilayah di Indonesia yaitu Yogyakarta pada tahun 1945. Serta Aceh di tahun 1959. Menurut pengertiannya, Daerah tersebut dikatakan Istimewa karena, latar belakang sejarahnya.

Warisan yang diberikan pada zaman dulu masih tersimpan rapi. Selain itu, adanya faktor campur tangan kerajaan dalam membela dan membantu NKRI meraih kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945.

Dalam perjalanannya Yogyakarta mendapatkan hak istimewanya terlebih dulu. karena, terdapat 250 bukti yang ditemukan bahwa, Rakyat Yogyakarta bersama Keraton Ngayogjokarto bersatu menentang sekaligus melawan penjajah.

Hak Istimewa tersebut diberikan dengan tidak ada pemilihan umum yang akan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Yogyakarta. Tetapi, pemilihannya berdasarkan titah kerajaan. Dengan kata lain, pimpinan Kasultanan Ngayogjokarto secara otomatis menjabat sebagai Kepala Pemerintahan Provinsi.

Daerah Istimewa Yogyakarta

Menurut situs Kemsesneg, Wilayah ini sendiri merupakan peleburan dua kawasan yaitu Negara Kesatuan Jogja dan Serta Kadipaten Pakualaman. Terletak di Pulau Jawa dan berbatasan langsung dengan Jawa Tengah.

Menurut Cerita rakyat yang berkembang setelah kedatangan Belanda dan  beberapa tokoh proklamator bangsa. Sri Sultan Hamengkubuwono ke 9 dan Sri Paku Alam ke 8 Menyatakan diri masuk dalam jajaran NKRI dengan mengirim surat kepada Presiden Soekarno waktu itu.

Sejak saat itu, Presiden Pertama RI tersebut langsung menyatukan keduanya. Dan untuk jabatan pemerintahan diamanatkan kepada Hamengku Buwono sebagai Gubernur dan Paku Alam menjadi wakilnya.

selanjutnya pada 5 September 1945 melalui sebuah undang-undang Seluruh kawasan Yogyakarta menjadi bagian dari NKRI sampai saat ini. Sejak dulu Yogyakarta memang sudah terkenal sampai dimana-mana tidak heran sekarang, masih menjadi kawasan wajib sebagai tujuan wisata.

Daerah Istimewa Aceh

Selanjutnya, adalah Aceh dimana mendapatkan hak daerah Istimewa pada  26 Mei 1959. Keistimewaan yang diberikan memang jauh berbeda dengan Yogyakarta mereka diberi wewenang penuh dalam menjalankan syariat Islam sebagai sebuah landasan.

Dalam sejarahnya, provinsi ini sudah masuk NKRI sejak pertama kali Proklamasi Kemerdekaan RI. Menariknya, status dari wilayah tersebut pernah menjadi Karesidenan bahkan, bertahan selama beberapa tahun.

Harus diakui bahwa, kebudayaan Islam di tempat ini memang begitu tinggi. Bahkan, menurut sejarahnya kerajaan Islam pertama hadir di sini. Sempat masuk menjadi wilayah Hindia Belanda karena, mengakui keberadaan mereka.

Tetapi, perjuangan Rakyat Aceh dalam membantu kemerdekaan NKRI patut diacungi jempol, Hal tersebut terbukti dari banyaknya pejuang berasal dari sana. Pada saat penjajahan Jepang. Mereka juga terus mengobarkan api semangat agar penjajah pergi.

Kebudayaan islam di Aceh sampai saat ini masih dilestarikan. Dengan kenyataan tersebut tidak heran bila Pemerintah memberikan status Daerah Istimewa dan menjadi provinsi tersendiri tidak menjadi satu lagi dengan Sumatera Utara.

Keistimewaan Aceh dalam menegakkan hukum islam sangat terlihat melalui berbagai macam aturan dari pemerintah provinsinya. Hal tersebut yang membuat berbagai bank konvensional harus menutup semua kegiatan operasionalnya di sana.

Karena, pemerintah sendiri mewajibkan sebuah aturan bahwa, hanya berbasis syariah saja yang diperkenankan untuk beroperasi disana. Menariknya, peraturan tersebut berlaku untuk semuanya. Termasuk pada bank milik pemerintah.

Daerah istimewa diberikan karena, wilayah tersebut tetap mempertahankan kebudayaannya sejak dulu sampai sekarang. Kedua kawasan ini menunjukkan bahwa, ajaran tersebut masih dilestarikan secara turun temurun.

Aceh dengan hukum islam yang ketat dan disesuaikan Al-Qur’an serta Hadits. Sementara, Yogyakarta sendiri masih menjunjung tinggi ilmu budaya jawa yang mengatur banyak hal mulai dari manusia lahir sampai mereka meninggal dan kembali lagi kepada Tuhan.