in

Fakta Tentang Kepindahan Televisi Analog ke Digital

Bagikan Artikel Ini

Seperti yang sudah diberitakan dan diberitahukan oleh masing-masing televisi. Pada tahun 2022 nanti, akan ada perpindahan siaran dari analog menuju ke digital. Semua masyarakat sudah harus mempersiapkan diri.

Setidaknya membeli perangkat televisi baru. Karena, hanya produksi 2010 ke atas yang mampu memberikan layanan digital seperti ini. Menurut Kominfo hal seperti ini wajib dibutuhkan karena, dampaknya akan kembali ke masyarakat.

Terutama mengenai kualitas siaran pasti lebih jernih dan bagus. Selain itu, beberapa keluhan mengenai gambar yang kurang ini dan itu bisa diatasi dengan baik. Oleh karena itu, pemerintah memberikan tenggat waktu cukup lama dalam proses pemindahan layanan seperti ini.

Pergantian layanan ini juga sudah diatur oleh undang-undang jadi, seluruh warga Indonesia wajib menaati perturan tersebut. Selain itu, ada beberapa fakta menarik yang bisa didapatkan dari kepindahan Analog ke Digital. Apa itu? Coba simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Perbedaan TV Analog dan Digital

Fakta menarik pertama dimulai dari perbedaan keduanya. Kualitas menjadi pembeda utama di mana beberapa kasus Anda dapat melihat sebuah siaran  terdapat belah hitam yang muncul.

Hal ini sering terjadi akibat rasio lebar siarannya tidak sesuai dengan lebar dari tv analog tersebut. Sehingga, rasanya seperti dipotong hal tersebut membuat penonton kurang nyaman dalam melihat.

Hal ini jauh berbeda dengan siaran Digital. Karena, sudah mendukung ukuran layar 16:9. Apa keunggulan dari rasio ini? Salah satunya adalah menampilkan beberapa gambar tanpa munculnya bilik hitam tersebut.

Jadi, saat menonton serasa lebih lega. Kalau dalam siaran Radio dapat diibaratkan analog ini adalah AM sedangkan, digital sendiri FM. Dari kedua saluran tersebut sudah tahu bukan bagaimana keunggulannya.

Menggunakan Alat Khusus

Beberapa orang lebih menyarankan membeli televisi baru karena, dari segi kualitas dan perangkat pasti berbeda. Tampilan di layar jernih dan teknologi didalamnya modern dibandingkan televisi lama.

Oleh karena itu, banyak orang menyarankannya. Hanya saja, bagi Anda yang memang belum mampu membelinya tidak perlu khawatir. Karena, kominfo sudah menyiapkan solusi lain dengan menggunakan peralatan khusus.

Namanya adalah Set Top Box harganya cukup terjangkau mulai dari Rp150 ribu sampai Rp400 ribu. Tergantung dari merek dan kualitas yang dihasilkan. Dengan begini semua masyarakat masih bisa menikmati hiburan secara menyeluruh. Tinggal ikuti saja perintahnya di dalam buku petunjuk siaran favorit sudah bisa digunakan.

Tenang saja, Televisi dengan basis digital ini bukanlah streaming internet. Jadi, tidak perlu mengadakan iuran atau biaya berlangganan. Jadi, bisa langsung dinikmati setiap saat dan waktu.

Waktu Penghentian Siaran Analog

Dalam peraturan menteri komunikasi No. 6. menyebutkan bahwa, ada waktu penghentian yang akan dilakukan oleh pihak kementerian. Di mana penghentian ini dimulai secara bertahap mulai dari 17 Agustus 2021 sampai 2 November 2022.

Menariknya lagi pada tahun 2022 nanti pemerintah akan menjalankan dua siaran secara berdampingan sebelum akhirnya, analog dihentikan seutuhnya. Proses migrasi ini juga berlangsung di berbagai provinsi dan kota sehingga semua siarannya bisa menyeluruh ke seluruh Indonesia.

Dalam proses migrasi ini tidak lepas juga dari layanan yang saat ini berkembang yaitu 5G. Dengan perpindahan tersebut Kominfo mempunyai slot pita 700 MHz. Di mana hal tersebut dapat dimanfaatkan untuk menggelar layanan 5G agar lebih kencang lagi.

TV analog merupakan konsep tradisional yang harus segera ditinggalkan dan berganti dengan konsep baru berbasis digital. Dengan begini, Anda bisa mendapatkan kualitas gambar yang bagus dan cerah sepanjang waktu,