in

Ini Perkiraan Biaya Hidup di Yogyakarta Sebelum Pindah ke Sana

Bagikan Artikel Ini

Yogyakarta terkenal dengan Pariwisata dan kebudayaannya. keduanya menjadi alasan utama mengapa wisatawan menjadikan Daerah Istimewa ini sebagai destinasi utama. Keindahannya memang tiada duanya, hampir mirip seperti Bali, cantik dengan kebudayaan yang masih kental.

Banyak orang mengaku betah tinggal di kawasan yang selalu di pimpin oleh Sri Sultan Hamengku Buwono itu. Tidak hanya dari kalangan pelajar, pekerja, bahkan pensiunan juga mempunyai keinginan menikmati hari disana. Apalagi, menu makanannya enak dan tergolong murah.

Apakah benar hidup di Jogja itu termasuk terjangkau dibandingkan Kota besar lainnya seperti, Malang, Denpasar, dan Medan? Coba simak, perincian biaya hidup di Daerah Istimewa Yogyakarta berikut ini,

Biaya Tempat Tinggal

Poin pertama yang akan dibahas adalah Tempat Tinggal. Bisa berupa kost atau kontrak Rumah. Pilihannya ada banyak mulai dari kelas bawah sampai atas. Harga serta fasilitasnya juga bisa disesuaikan, berikut perinciannya

  • Rp200.000,- Untuk kost kecil dengan fasilitas kosongan, letaknya di pinggiran kota Untuk sekitaran Jalan malioboro, UGM, dan dekat Mall biasanya sudah menyentuh Rp300.000,-
  • Rp400.000,- Rp800.000,- Kost dengan kamar sedikit lebih lebar, fasilitas seadanya, beberapa sudah dilengkapi dengan kamar mandi dalam, tetapi masih banyak yang belum juga.
  • Diatas Rp1.500.000,-  Kost ekslusif dimana, semua fasilitasnya sangat lengkap. Anda bisa mendapatkan wifi, kopi atau teh, dapur kecil, televisi, dan area parkir luas. Kondisinya sangat bersih membuat betah tinggal di kost lama-lama.
  • Diatas Rp3.000.000,- Anda sudah mendapatkan apartemen dengan fasilitas super lengkap dan kenyamanan ekstra.
  • Rp15 juta khusus untuk kontrak Rumah per tahun, di wilayah kota mencapai Rp30 juta. Bagi yang ingin beli Rumah sudah berada di kisaran Rp90.000.000 ke atas.

Biaya Makan dan Jajan

Selanjutnya adalah biaya untuk makan serta jajan. Beberapa orang sering memperhatikan poin ini karena, pengeluarannya tetap dan tidak bisa ditawar. Berikut perincian secara lengkapnya

  • Satu porsi makan sederhana seperti, Nasi, lauk, sayur, dan kerupuk Anda masih bisa membayarnya dengan harga Rp7 ribu. Tetapi, untuk lauk Ayam menjadi Rp15 ribu, semua bergantung pada lauknya.
  • Jika, hanya membeli sayur dan lauk saja Rp10 ribu bisa untuk 2 kali makan dan porsi dua orang
  • Harga menu di Restoran tidak jauh berbeda hanya saja, lebih murah sedikit dibandingkan di Jakarta.
  • Rata-Rata tongkrongan membutuhkan biaya Rp20 ribu. Disini masih ada angkringan jadi, cukup murah bila hanya sekedar ngobrol atau diskusi tugas.
  • Jika ingin masak sendiri masih cukup terjangkau, harga bahan baku membuat sayur asem hanya Rp5 ribu saja untuk 2 porsi dan 2 kali makan.

Biaya Pariwisata, Transportasi, Dan lain-lain

Terakhir adalah rekreasi, dimana mayoritas wisata di jogja cukup murah dan lengkap. Ada Pantai, Museum, Mall, Bioskop, dan masih banyak lagi. Rata-Rata biaya yang dibutuhkan adalah Rp20 ribu per orang.

Selain itu, Keraton Yogyakarta sendiri biasanya memberikan seni pertunjukan kepada rakyatnya dan semuanya gratis, menarik sekali bukan? Atau pergi saja ke Malioboro, dimana banyak hiburan sudah dipersembahkan.

Dari segi transportasi, sudah tersedia bus umum yang mengantar Anda ke berbagai tujuan. Ojek online juga tersedia, bila bus tersebut tidak menjangkau tujuan. Harga bus sendiri hanya Rp4 ribu saja.

Untuk kuota Internet sebagai penunjang aktivitas sehari-hari, rasanya cukup murah, berada di kisaran Rp50 ribu untuk 10 Gb. jadi, kalau lebih dari itu maksimal hanya Rp100 ribuan, cukup terjangkau bukan?

Kesimpulan

Jika seluruhnya di total. maka biaya hidup di jogja kurang lebih Rp1,7 juta. Angka ini termasuk besar hanya saja, gaji UMR Yogyakarta sendiri sekarang sudah berada di angka Rp2 juta. Masih ada sisa untuk keperluan lain.

Apakah termasuk nyaman tinggal disini? Dengan sisa Rp300 ribu untuk keperluan lain memang belum cukup. Tetapi, biaya hidup yang murah tersebut Anda bisa menekan pengeluaran hingga, akhirnya menjadi salah satu rekomendasi. Bagaimana, mau tinggal di Jogja?