in

Jangan Mengaku Orang Sunda Kalau Pakaian Adatnya Tidak Tahu

Bagikan Artikel Ini

Anda mengaku Orang Sunda? Tetapi, tidak mengenal berbagai macam pakaian adatnya. Mungkin, identitas tersebut perlu diragukan, mengapa? Karena, tidak mengetahui kebudayaan rumah sendiri.

Bila dilihat dari model fashion tradisional sebenarnya, Pakaian adat Sunda tidak kalah menarik dengan baju modern saat ini. Bahkan, siapa saja yang memakakinya terkesan lebih elegan dan anggun. Kecantikannya datang bukan dari make up melainkan, langsung terpancar dari ketulusan hatinya.

Tidak hanya wanita saja, para pria juga tampil gagah dan beribawa bila mengenakannya. Menjadi sesuatu daya tarik tersendiri. Pakaian adat Sunda ini cukup menarik karena, setiap kostumnya menampilkan status sosial masyarakatnya.

Berasal dari golongan mana mereka apakah kelas bawah atau bangsawan yang dihormati. Tatanan ini memang sudah ada sejak lama. Tidak heran bila sampai saat ini status sosial sangat dipentingkan oleh sebagian besar orang di dunia.

Berikut ini, adalah berbagai macam pakaian adat dari Tanah Sunda yang bisa Anda jadikan sebagai inspirasi model  kekinian untuk berbagai macam aktivitas. Bisa Formal atau juga non formal.

Kebaya Khas Tanah Sunda

Pakaian adat pertama yang bisa Anda pilih adalah Kebaya Sunda. Bila dilihat secara lebih detail lagi. Modelnya hampir mirip dengan model yang ada di Jawa Tengah dan Timur. Dilihat dari segi warnanya tampak lebih terang.

Ada berbagai macam pilihan seperti putih, ungu muda, kuning, merah. Penggunaan Kebaya ini zaman dulu sering digunakan bagi mereka yang berada di golongan menengah. Biasanya dipadupadankan dengan berbagai macam aksesori.

Mulai dari kalung, ada giwang, cincin, tusuk konde dan masih banyak lagi. Menggunakan kebaya membuat setiap pemakaiannya tampak lebih cantik alami. Bila tidak mengenakan hijab, biasanya disanggul. Sehingga, kecantikan alaminya lebih keluar.

Pakaian Adat Pangsi

Pangsi digunakan untuk kaum lelaki yang menunjukkan bahwa dia adalah rakyat biasa. Profesinya tidak lepas dari petani, buruh dan lainnya. Identik dengan warna hitam polosnya. Dari baju hingga celana, penambahannya hanya pada iket kepala saja.

Bila dibedah, Pangsi terdiri dari Salontreng atau kemeja berkerah berwarna hitam. Menggunakan celana panjang longgar warnanya hitam. Hanya saja tidak boleh melebihi mata kaki. Untuk bagian dalamnya menggunakan kaos berwarna putih.

Pakaian Adat Bedahan

Pakaian adat selanjutnya adalah Bedahan bisa digunakan untuk Wanita biasanya berwarna merah. menggunakan ikat pinggang atau disebut juga dengan beuber, selendang. Menggunakan alas kaki berupa selop kelom geulis.

Ditambah dengan berbagai macam aksesoris seperti, Giwang, anting, cincin, gelang terbuat dari emas atau perak. Sementara, untuk pria sendiri menggunakan bedahan warna putih atau disebut juga dengan jas takwa untuk atasannya.

Sementara, bagian bawah menggunakan kain kebat batik bawahan. Menggunakan aksesoris pula seperti, ikat kepala, arloji emas yang disematkan di bagian saku, serta ikat pinggang.  Bedahan sendiri digunakan oleh mereka dengan status sosial menengah. Profesinya seperti, pedagang hingga para saudagar.

Pakaian Adat Menak

Pilihan terakhir adalah Pakaian Adat Menak. Digunakan oleh para bangsawan dengan harga tinggi karena, bahannya tidak sembarangan. Terbuat dari beludru dan di jahit menggunakan benang emas.

Untuk kaum pria sendiri atasannya berupa lengan panjang. Sementara bawahannya adalah celana panjang hitam. menggunakan lilitan jarik. Untuk wanita sendiri bahannya hampir sama yaitu beludru.

Kebaya warna hitam di mana untuk bawahan adalah jarit motifnya hampir sama dengan pria. Ditambah dengan berbagai macam perhiasan seperti, konde, bros serta cincin. Sehingga, siapa yang mengenakannya terlihat sangat mewah seperti, seorang putri kerajaan.

Ada banyak pakaian adat Sunda yang harus dilestarikan. Jangan pernah ditinggalkan begitu saja. Karena, negeri ini terkenal dengan adat serta budayanya. Daripada diakui oleh orang lain lagi, mending dijaga dan dibudayakan sendiri bukan.