in

Mengenal Batik Kawung Khas Solo Dari Sejarah Sampai Jenisnya

Bagikan Artikel Ini

Saat ini hampir semua orang mengenakan Batik baik di acara formal atau non formal. Keberadaannya sudah menyeluruh ke seluruh kalangan. Berbeda dengan beberapa ratus tahun lalu.

Di mana hanya lingkungan kerajaan saja yang boleh mengenakan Batik. Bahkan, jenis hingga corak dibedakan sehingga, sangat terlihat sekali kastanya. Antara abdi dalem dengan keturunan Raja.

Seiring perkembangan zaman, Batik menjadi salah satu sentra industri yang menghasilkan dan menjanjikan. Tidak heran sudah banyak wilayah yang mendapatkan sebutan sebagai Kota Batik salah satunya adalah Solo.

Wilayah ini dikenal dengan tatanan Keraton Kasunanan Surakarta dan Puro Mangkunegaran. Mempunyai Corak Batik unik dan menarik yaitu Kawung. Di mana motif ini juga digunakan sebagai tampilan tempat duduk di Stadion Utama Manahan.

Jika, dilihat dari segi motif cukup menarik tampak seperti buah kelapa disusun secara geometris dan tertata rapi. Merupakan representasi dari bunga lotus dengan empat lembar daun yang merekah

Makna Dan Filosofis Dari Batik Kawung

Dalam pembuatan Batik setiap pengrajin harus mengikuti Pakemnya karena, merupakan salah satu jenis tradisional. Berbeda dengan Modern yang hanya menonjolkan kualitas gambar kekinian.

Ada makna dan filosofisnya hanya saja tidak terlalu ditonjolkan. Segmen pasarnya juga lebih ke anak muda atau mereka dengan usia 40 tahun ke bawah. Untuk Pakem tradisonalnya sendiri setiap pengrajin harus memikirkan makna dibalik tampilan tersebut.

Untuk Batik Kawung ini sendiri dapat diartikan sebagai kesempurnaan dalam kehidupan. Arti dari sempurna adalah mampu mengendalikan diri dari segela bentuk hawa nafsu dunia. Sehingga, menciptakan makna kedua yaitu kesucian.

Dalam diri manusia kesucian ini sangat penting karena, berhubungan erat dengan kualitas mereka selalu di dunia. Menjaga kesucian ini sendiri tidak mudah karena, adanya hawa nafsu di mana setiap orang ditakdirkan sangat menggebu.

Walaupun, hawa nafsu ini ada yang positif sayangnya makna dari Kawung adalah mengikatnya dalam bentuk negatif. Contohnya, seseorang ingin menjadi Raja. ambisius dan menghalalkan segala cara untuk bisa meraihnya.

Tidak heran bila banyak orang yang memakainya akan tampak seperti bijaksana dan bersahaja. Inilah bentuk dari kemurnian dalam diri. Sehingga, mereka mampu mengendalikan diri lebih baik lagi.

Sejarah Dari batik Kawung

Sejarah dari batik Kawung sendiri tidak lepas dari Kerajaan Mataram. Di mana awal mula dari  hadirnya motif ini berasal dari seorang pemuda yang memiliki sifat santun dan bersahaja. Baik hati serta tidak sombong.

Sifat baik tersebut ternyata sampai di lingkungan kerajaan dan dia dipanggil oleh Raja. Ibunya yang bangga mendengar kabar tersebut akhirnya membuatkan motif batik kawung. Harapannya agar sanga anak tetap rendah hati dan tidak sombong.

Tetap menjadi pribadi yang berguna baik seluruh masyarakat. Dalam perjalanannya, pemuda tersebut akhirnya diangkat oleh Raja sebagai Adipati Wonobodro. Sosoknya begitu dihormati oleh seluruh masyarakat.

Setelah Kerajaan Mataram ini pisah menjadi dua yaitu Keraton Yogyakarta dan Surakarta. Motif tersebut masih terus dilestarikan oleh kedua Raja sampai saat ini. Motif batik Kawung memang lebih terkesan formasl, dibandingkan lainnya.

Motif tersebut juga terus dipertahankan oleh pengrajin Kota Solo walau saat ini Anda bisa melihat berbagai jenis desain dengan berbagai inovasi. Ada yang berbentuk sen terinspirasi dari koin sen yang dulu sempat beredar.

Ada juga Picis koin kecil dengan nilainya setara dengan 10 sen. Kemudian, Anda juga bisa menikmati corak Bribil, jauh lebih besar dibandingkan dengan picis. Terbuat dari nekel dan jumlahnya hampir setara dengan 25 sen. Mau coba membeli dan memakainya?