in

Analisa dan Cara Budidaya Ikan Gabus yang Menguntungkan

Bagikan Artikel Ini

Nama ikan gabus mungkin tidak terdengar asing khususnya untuk Ibu Rumah Tangga. Mungkin, beberapa kali sempat mengolahnya menjadi santapan yang lezat dan nikmat. Tidak salah memang memilih ikan gabus. Karena, kadar gizinya cukup tinggi.

Sangat bagus untuk dikonsumsi apalagi, pengolahannya cukup mudah dan dapat dikreasikan menjadi hidangan apa saja. Baik Nusantara atau mancanegara. Lalu, apakah budidaya ikan gabus sudah serring terdengar di telinga Anda?

Memang, sampai saat ini angka pelaku budidaya ikan gabus masih kecil. Bahkan, prosentasenya lebih kecil dibandingkan dengan Nila, Lele, atau Gurame. Hanya saja peluang yang diberikan mencapai kesuksesan cukup tinggi.

Kondisi ini bisa dilihat dari berbagai permintaan akan ikan tersebut cukup tinggi. Terutama di berbagai restoran baik itu di Jakarta atau berbagai kota besar lainnya. Melihat Fakta ini, tidak ada salahnya Anda jadi orang pertama yang memulainya. Berikut beberapa tahapannya.

Beberapa Poin Penting yang Harus Diperhatikan

Bagi pemula, ada beberapa hal harus diperhatikan sebelum memulai budi daya tersebut. Seperti, kolam ikan yang ukurannya disarankan 2×5 meter dan punya ketinggian 150 cn. Jangan terlalu sempit agar ikan bisa bergerak berbas.

Selain mempersiapkan tempat Anda juga harus memperhatikan bibitnya terlebih dulu. Usahakan saat membeli kualitasnya cukup bagus. Untuk ukurannya sendiri lebih baik 4 cm. Selanjutnya adalah pakan.

Jangan sembarangan dalam memberikannya karena, akan mempengaruhi pertumbuhannya. Lebih baik beli saja pelet pabrik yang sudah dijual bebas baik toko alat pancing atau khusus ikan pasti ada.

Dalam menebar benihnya juga harus diperhatikan usahakan menyebarnya 15 per meter persegi. Untuk masa panennya sendiri bervariasi ada 5 atau 6 bulan. Bahkan, sampai 7 bulan bila musim kemarau panjang datang.

Kebutuhan Biaya Untuk Budidya

Sebelum Anda memutuskan untuk melakukan budidaya. Cobalah menghitung sendiri berapa uang yang digunakan . Atau kebutuhan modal Anda untuk melakukan budidaya ini. Berikut rinciannya secara keseluruhan

  • Untuk peralatan terdiri dari instalasi air  serta mesin pompa ditambah total luas kolam maka kurang lebih menghabiskan dana Rp3 juta
  • Digunakan sebagai perawatan kurang lebih 1,4 juta untuk berbagai biaya  seperti pembelian pelet, bibit, dan obat. Ketiganya harus tersedia agar pertumbuhannya maksimal dan menghasilkan keuntungan melimpah.
  • Tambahan lainnya membutuhkan dana sekitar Rp1,4 juta Untuk listrik serta biaya penyusutan

Sehingga, bila ditotal secara keseluruhan Anda membutuhkan biaya sebesar Rp5,8 juta agar proses budidaya tersebut bisa berjalan dengan baik. Jika, dikalikan dengan masa panen 7 bulan maka, secara keseluruhan Anda harus mengeluarkan uang kurang lebih Rp40 juta.

Lalu, bagaimana analisis keuntungannya. Jika, setiap kali budidaya mampu memasukkan bibit ke dalam kolam sejumlah 1000 ekor dan semuanya berhasil. Anggap saja rata-rata berat ikan tersebut adalah 1 kilogram.

1kg x 1000 ekor = 1000 kg di kali harga per kilo kurang lebih Rp50 ribu. Total secara keseluruhan adalah Rp50 juta. Anda saja untuk 1000 ekor itu Anda punya dua kolam. Maka keuntungannya sebagai berikut,

Rp50 juta – Rp5,8 juta = Rp44,2 juta. Jika, dibagi lagi menjadi 7 bulan secara keseluruhan keuntungan tiap bulannya menjadi, Rp44,2 juta : 7 bulan = Rp6,31 juta. Cukup menggiurkan bukan.

Cara Budidaya

Dalam melakukan budidaya, ada tiga jenis kolam yang dapat dipilih mulai dari terpal, tanah dan beton di mana ketiganya mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Poin kedua adalah memilih induknya.

Usahakan memilih yang punya berat minimal 1 kilogram. Pastikan indukan tersebut dalam keadaan bagus dan baik. Agar menghasilkan anak yang bagus dan berkualitas tinggi pula. Dalam proses pemijahan sediakan satu kolam khusus.

Setidaknya, ada 20 sampai 30 ikan baik jantan atau betina. Bila perlu tambahkan saja enceng gondok. Setelah bertelur, angkat dan pisahkan lalu, biarkan mereka menetas secara alami. Setelah menetas perhatikan kondisi air jangan terlalu dingin dan panas.

Rutin memberi makan 2 atau 3 hari sekali dengan jenis Naupli Artemia. Usahakan selalu menjaga kebersihan kolam. Jika, sudah berusia dua minggu lakukan penebaran benih. Tunggu prosesnya dua hari sebelum mereka kembali di beri makan.

Perhatikan pula makanan ikan tersebut. Mereka sangat suka anakan rayap atau atau sisa ikan teri. Hati-hati, ikan gabus sifatnya adalah kanibal, bisa jadi lava kecil ini akan dimakannya. Jadi, pastikan asupan makannya cukup setiap hari.

Terakhir adalah proses panen, cobalah menjual yang mempunyai ukuran sedang sampai besar agar harganya juga mahal. Bagaimana cukup menguntungkan sekali bukan, budidaya ikan gabus. Selamat mencoba!