in

Belajar Bisnis Dari Pengalaman Blackberry yang Bangkrut

Bagikan Artikel Ini

Siapa yang tidak mengenal Blackberry, ponsel tersebut sempat tenar dan jadi tren di berbagai negara dan kalangan. Berbagai perusahaan mencoba menawarkan ketangguhan yang berbeda tetapi, belum mampu mengalahkannya. Bahkan, menyamainya saja sangat sulit.

Tetapi, tanpa ada angin atau badai. Perusahaan ini ditinggalkan pelanggan tetapnya. Mereka beralih ke Android yang nota bene pernah mereka remehkan dan dihina. Kasusnya hampir mirip seperti nokia. Hanya saja, Blackberry hancur berkeping-keping dan sulit lagi mendapatkan kepercayaan.

Lalu, mengapa perusahaan asal Kanada ini bisa bangkrut seketika? Beginilah jawaban serta penjelasannya. Di mana Anda bisa menjadikannya sebagai sebuah pelajaran dalam menjalankan bisnis.

Tidak Pernah Berinovasi

Salah satu kesombongan yang terlihat dari para pengusaha dan perusahaan besar adalah tidak pernah berinovasi. Hal ini dilakukan oleh Blackbery, mereka terlalu percaya diri dengan papan Qwerty.

Serta aplikasi chat khusus yaitu BBM, di mana fitur ini sangat aman dan hanya mereka yang punya. Sayangnya, kesombongan untuk tidak melakukan berbagai inovasi membuatnya kalah bersaing dengan Iphone dan Android.

Dimana mereka, memberikan inovasi baru dengan menghadirkan ponsel layar sentuh. Pertama kali Android diagungkan oleh Samsung. Waktu itu, mereka belum berjaya di kancah ponsel terkesan paling terbelakang.

Tetapi, seiring perkembangan zaman dan waktu. Sistem diubah dengan menawarkan sesuatu yang berbeda. Memang, awalnya kurang mengesankan. Sampai Nokia dan Blackbery menghinanya.

Sayangnya, inovasi yang dilakukan Android membuat para pelanggan beralih. Mereka menyukai berbagai inovasinya. Apalagi, ponsel layar sentuh tersebut memang berbeda dari gadget papan Qwerty.

Pelanggan Lebih Suka Dengan Keterbukaan dan Kemudahan

Sifat terbuka dan bisa digunakan untuk berbagai macam basis menjadi salah satu alasan mengapa Andorid lebih disukai. Dengan begini, akses komunikasi jadi lebih lancar ke berbagai orang. Tidak hanya pada satu tujuan saja.

Saat ini semua orang ingin mendapatkan kemudahan dalam mengakses berbagai informasi. Salah satu contohnya adalah penggunaan WhatsApp. Sebenarnya, tidak jauh berbeda dengan BBM yang selalu diunggulkan.

Tetapi, penggunaannya lebih fleksibel tidak harus sesama perangkat. Dengan berbagai macam ponsel bisa asalkan sudah melakukan instal. Jadi, tidak perlu membeli perangkat, kalau memang harus. Sebagai upaya upgrade jadi tidak ketinggalan jaman.

Pelajaran Bisnis Dari Blackberry

Dilihat dari dua alasan di atas, sebenarnya Anda sudah mendapatkan sebuah pelajaran. Bahwa, berbisnis itu dibutuhkan inovasi. Walau hal tersebut sangat kecil. Contohnya, sedang tren kamera pop up.

Semua ponsel akhirnya, mencoba melakukan inovasi yang sama. Selanjutnya, mie instan menggunakan sari pati sayuran. beberapa juga sudah mulai mengembangkannya. Inilah cara agar banyak pelanggan tidak pernah pergi.

Inovasi tersebut juga jadi bukti bahwa, Anda sebagai pengusaha tidak sombong. Karena, ketamakan akan menghancurkan diri. Termasuk yang dilakukan oleh Blackberry. Sebenarnya, mereka sudah mulai bangkit.

Dengan menghadirkan layar sentuh, kemudian layanan pesan juga masuk ke Android. Sayangnya, teknologi dari perusahaan lain terlanjur disukai. Perkembangan yang terlambat membuat inovasi tersebut terkesan jadul.

Jadi, jangan pernah berhenti berinovasi. Misalnya, Anda sedang membuka usaha kuliner. Tambahkan sedikit sambal. Atau saus, yang berbeda dari lainnya dan disukai oleh semua orang. Dengan begini, bisnis Anda tetap disukai.

Sukses menjalankan bisnis bukan saat Anda dari bawah ke puncak saja. Melainkan, saat diatas bagaimana cara untuk tetap berjalan lurus. Bila ada naik turunnya sangat wajar. Tetapi, progresnya tidak turun terus. Untuk memastikannya dibutuhkan inovasi, keterbukaan, serta kemudahan. Anda harus tahu apa kebutuhan orang bukan yang diinginkan. Selamat berinovasi!