in

Faktor Ini yang Menyebabkan Harga Emas Naik dan Turun

Bagikan Artikel Ini

Emas merupakan jenis investasi yang semakin diminati oleh semua kalangan. Sebenarnya, hal ini tidak mengejutkan karena, sudah sejak dulu masyarakat mulai menyimpan dan menabungnya. Dari segi risiko memang bisa dikatakan tidak terlalu besar dibandingkan dengan tabungan yang harus berhadapan dengan inflasi.

Sayangnya, harga Emas selalu naik turun tidak pernah tetap dan menetap di angka itu saja. Terkadang ada sedikit pertanyaan terutama pada investor baru. Sebenarnya, apa yang mempengaruhi fluktuatif tersebut. Berikut, penjelasan lengkapnya!

Kondisi Perekonomian Secara Global

Faktor utama yang menyebabkan naik dan turunnya harga emas adalah kondisi perekonomian secara global. Biasanya ekonomi ini akan dipengaruhi oleh berbagai situasi seperti sosial, politik, resesi, sampai krisis.

Tidak heran bila terjadi ketegangan politik antar negara misalnya, Amerika dan China beberapa waktu lalu. Harga Emas dunia akan naik. Begitu pula dengan di Indonesia ikut naik juga.

Tetapi, saat kondisinya aman terkendali maka, cenderungnya turun. Hanya saja kalau sudah naik, untuk turun di angka yang sama biasanya sulit. Misalnya, tahun 2000 harga per gram 500 ribu. Kemudian, naik drastis dan tajam hingga saat ini berada di kisaran Rp800 sampai Rp900.

Hal ini sangat wajar terjadi dan tidak diketahui secara pasti kapan akan turun atau naik. Bahkan, saat kondisi dunia aman tanpa ada pertanda konflik atau adanya krisis di beberapa negara penghasil Emas tetap sulit untuk memprediksi secara pasti. Langkah terbaiknya adalah periksa saja setiap hari agar tahu harga terbarunya.

Penawaran dan Permintaan

Tidak bisa dipungkiri bahwa, penawaran dan permintaan juga mempengaruhi kenaikan atau penurunan harga. Contohnya saat awal pandemi di mana semuanya sedang susah. Iklim usaha loyo banyak pabrik harus tutup.

Beberapa investor mulai berbondong-bondong untuk menjual emas yang dimilikinya. Dari sini harganya melambung tinggi dari Rp600 ribu menjadi Rp1 juta. Untungnya, kondisi tersebut sudah dapat mereda.

Tetapi, bila terjadi seperti ini lagi kemungkinan Emas melonjak pesat bisa terjadi. Karena, mereka tidak punya aset untuk bertahan hidup kecuali logam mulia tersebut. Jadi, perhatikan benar sebelum membeli atau menjualnya. Agar tidak terjebak dalam lingkaran kerugian.

Nilai Tukar Terhadap Dolar Amerika

Terkadang Anda bingung dalam keadaan di mana, Emas turun tetapi harga di Indonesia tetap tinggi atau sebaliknya. Poin selanjutnya yang harus diperhatikan adalah Nilai Tukar terhadap Dolar Amerika.

Jika, ternyata nilai tukar naik dan harga turun maka penawaran Emas di dalam negeri bisa saja tetap. Contohnya seperti ini ini, Saat Nilai Dolar terhadap Rupiah tersebut Rp15 ribu. Sedangkan untuk harga per satu gram adalah 3 Dolar.

Maka, Anda harus membayar Rp45 ribu. Pergerakan nilai tukar tersebut lebih ke faktor yang terjadi ke negaranya. Bagaimana permintaan Rupiah baik dari dalam atau luar negeri yang berpengaruh besar ke nilai tukar.

Selanjutnya, inflasi juga menjadi pengaruh cukup besar lainnya. Hal ini tidak lepas dari peran masyarakat di mana inflasi membuat semua harga barang akan melonjak tinggi. Dibandingkan menyimpan uang, mereka lebih suka untuk membelikan Emas dimana memiliki nilai cukup tinggi.

Berinvestasi Emas memang sangat menguntungkan bukan hanya untuk Anda saat ini saja melainkan, masa depan sangat menjanjikan. Hanya, lihat dulu bagaimana harganya. Jangan terburu-buru membeli bila harganya masih di atas.

Perlu diingat, selisih harga adalah cara Anda mendapatkan pendapatan dan keuntungan dari jenis investasi ini. Pastikan melakukan berbagai analisa terlebih dulu jangan gegabah lebih baik perlahan tetapi sangat matang. Dibandingkan terburu-buru dan hasilnya akan merugi.