in

Mengenal Lebih Dekat Siapa itu Investor

Bagikan Artikel Ini

Dalam dunia bisnis mungkin, nama investor sudah tidak asing lagi di telinga Anda. Perannya sangat penting terutama soal keuangan. Bila dilihat dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian dari Investor adalah Penanam modal.

Atau cara mudah memahaminya seperti ini, mereka yang punya banyak uang dan memberikan modal kepada pengusaha atau perusahaan lain. Dengan tujuan mendapatkan keuntungan lebih.

Sementara, ada lagi yang berpendapat bahwa, Investor merupakan kegiatan dari perseorangan yang melakukan aktivitas investasi. Sifatnya bisa jangka pendek sampai jangka panjang.

Lalu, siapa saja yang bisa menjadi seorang investor? Jawabannya adalah semua orang bahkan, Anda sendiri mampu menjadi seorang investor walaupun, statusnya masih karyawan kontrak sebuah perusahaan.

Kenapa bisa demikian? Perlu diingat, menjalankan tugas sebagai seorang investor cukup mudah sediakan saja modal berupa uang. Apakah harus banyak dengan jumlah bermiliaran rupiah? Jawabannya adalah tidak.

Anda bisa saja menggunakan modal Rp10 ribu dan berprofesi menjadi investor. Karena, sistem yang diberikan bisa online dan punya minimal setoran. Contohnya, bermain saham dengan minimal Rp10 ribu, Anda sudah disebut sebagai investor.

Perhatikan Ini Sebelum Terjun Lebih Jauh

Menjadi investor memang mudah tidak perlu banyak uang hanya dengan Rp10 ribu saja sudah bisa. Tetapi, ada beberapa hal harus diperhatikan sebelum terjun ke profesi tersebut. Seperti, apa maksud dan tujuan Anda.

Kemudian, seberapa besar Anda bisa melakukan toleransi terhadap profesi ini. Bagaimanapun risiko besar juga akan didapatkan walau Anda hanya bermain di skala kecil. Tentang tanggungan kerugian.

Contoh mudahnya seperti ini, saat Anda memberikan bantuan modal Rp100 ribu kepada teman untuk berusaha. Kemudian, disepakati keuntungan 70% akan jadi milik Anda sebagai pemodal utama.

Seiring waktu berjalan ternyata keuntungan tersebut hanya cukup untuk membeli kebutuhan dagang. Dengan kata lain, Anda rugi. Apakah kasu seperti ini sudah siap?  Kerugian tersebut juga bisa didapatkan saat bermain saham.

Di mana harga bisa naik dan turun, ketika membeli di harga tinggi kemudian beberapa pekan jatuh ha,pir setengahnya. Sudah bisa dikatakan Anda rugi bukan? Hal seperti ini yang jadi faktor mengapa peran investor di Indonesia sulit ditemukan.

Beberapa dari mereka tidak ingin mengalami kerugian. Hanya ingin untung dan untung saja. Menurut kelompoknya sendiri, investor dibagi menjadi beberapa jenis. Anda harus tahu, agar bisa menyusun strategi kedepannya.

Jenis-Jenis Investor

Jenis investor ini ada tiga hampir semuanya diambil dari risiko yang harus ditanggungnya saat menjalankan profesi ini. Berikut beberapa jenis kelompok yang mungkin salah satunya cocok untuk Anda.

  • Konservatif

Mereka yang konservatif merupakan jenis yang menghindari terjadinya risiko terlalu tinggi. Tidak mendapatkan keuntungan besar tidak jadi masalah, asalkan masih bisa melihat keuntungan. Biasanya orang seperti ini akan bermain di deposito, emas, sampai tabungan berjangka.

  • Moderat

Profil investor ini lebih memandang seimbang, rugi bukan sebuah masalah asalkan tetap mendapatkan keuntungan. Biasanya mereka akan bermain di program investasi seperti obligasi sampai reksa dana.

  • Agresif

Terakhir adalah agresif artinya, mereka berani sekali berinvestasi di tempat yang berisiko tinggi. Tidak peduli akan jatuh sangat dalam asalkan, mendapatkan keuntungan sangat besar. Orang seperti ini akan berkecimpung di bidang properti, forex, dan bitcoin.

Ada beberapa jenis ini, Anda bisa memilih mau berperan di bagian mana. Setiap jenis kelompoknya mempunyai keunggulan dan kelemahan masing-masing. Termasuk strategi yang harus diterapkan.

Strategi ini yang mendukung apakah Anda akan jadi investor sukses atau tidak. Jadi, harus banyak belajar lagi. Bila perlu ikuti beberapa pembelajaran online. Jadi, kemungkinan rugi memang ada hanya saja tipis.