in

Perbedaan PT dan CV yang Harus Diketahui

Bagikan Artikel Ini

Membangun sebuah bisnis menjadi impian semua orang terkadang, mereka memulainya dari kecil dan kemudian, berkembang menjadi besar. Disaat inilah para pengusaha harus memikirkan untuk memberikan badan hukum atau legalitas agar tingkat kepercayaan masyarakat semakin meningkat

Indonesia sendiri mempunyai banyak bentuk badan usaha. Tetapi, hanya ada dua yang selalu digunakan yaitu CV dan PT. Keduanya mempunyai perbedaan yang mendasar. Agar lebih jelas mengetahui perbedaan keduanya, coba simak penjelasan di bawah ini!

Bentuk Perusahaan Secara Keseluruhan

Bentuk Perusahaan keduanya jauh berbeda. PT atau Perseroan Terbatas pembentukannya diatur oleh Undang-Undang nomor 40 Tahun 2007. Sementara, CV sendiri tidak memiliki badan hukum.

Aturannya tidak disertakan dalam undang-undang. Menurut ceritanya, bentuk CV merupakan peninggalan atau warisan zaman kolonial Belanda yang masih tetap dipertahankan. Untuk kalangan menengah kebawah.

Karena, tidak adanya aturan yang jelas maka, bentuk Commanditaire Vennotschap ini begitu mudah pembentukannya. Selain itu, banyak pengusaha lebih memilih badan ini sebagai bagian legalitas sebuah perusahaan.

Modal yang Dibutuhkan

Dalam Undang-Undang tersebut diatur berbagai syarat pendirian dari PT. Dimana termasuk kebutuhan modal yang diperlukan minimal Rp50 juta. Dari angka tersebut 25% wajib disetorkan secara penuh.

Tetapi, ada peraturan baru dalam UU Cipta Kerja dimana untuk modalnya sendiri ada kelonggaran. Jadi, setiap pengusaha tidak harus punya dana sekian agar mendapatkan pengakuan sebagai PT.

Sementara untuk CV sendiri memang tidak dijelaskan berapa minimalnya, Tetapi, besarannya sendiri sebenarnya, akan berpengaruh besar pada pembagian keuntungan di kemudian hari.  Sebaiknya 50% dari angka minum pendirian Perseroan Terbatas.

Tidak hanya berdasarkan modal saja, pendiri juga sudah diatur dalam UU tersebut. Di mana minimal 2 orang. Boleh WNI dan WNA. Asalkan terdapat dua nama dengan sumber dana yang cukup jelas.

Sementara CV hampir sama minimal 2 orang. Karena, skalanya cukup kecil dibandingkan perseroan maka peran WNA tidak diperkenankan. Semua harus WNI dengan begini kemudian hari tidak akan memunculkan perpecahan atau konflik berkepanjangan.

Kepengurusan Perusahaan

Kepengurusan Perseroan Terbatas di pimpin oleh seorang direksi melalui RUPS. Pemegang saham tidak diperbolehkan untuk mengurus dan menangani perusahaan secara penuh. Asalkan ada penunjukan langsung oleh RUPS. Maka, hal tersebut bisa jadi sah.

Berbeda dengan CV di mana ada dua kepala disini yaitu sekutu aktif dan pasif. Untuk bagian aktif berperan penuh dalam mengurus perusahaan dan bertanggung jawab secara keseluruhan.

Sementara, untuk pasif hanya diizinkan untuk mengelola saja. Mereka tidak boleh campur tangan atau bahkan ikut terjun langsung. Tugas utamanya adalah menyetor modal. Dalam pendaftarannya perseroan wajib melalui notaris.

Sehingga, seluruh dokumen yang diberikan benar asli  serta wajib mendapatkan pengesahan dari Menkumham. Tetapi untuk Commanditaire Vennotschap cukup di badan hukum menkumham saja. dari sistem pendaftaran ini sudah bisa dipastikan Perseroan jauh lebih mahal.

Nama Perusahaan

Pemakaian nama ini juga wajib disahkan oleh Menkumham terlebih dulu, Kemudian, dalam penyebutannya dan penulisan wajib menyertakan frasanya. Selain itu, nama yang digunakan tidak boleh sama dengan lainnya.

Sementara bagi CV tidak memiliki aturan secara terikat. Jadi, masih dimaafkan bila ada kemiripan atau kesamaan dalam menulis sampai menyebutkannya. Tetapi, tetap untuk setiap hurufnya jangan disamakan persis. Bisa pelafalannya hampir sama tetapi, tulisan berbeda.

Memilih mendirikan CV atau PT memang keputusan yang sulit. Tetapi, untuk jangka panjang Perseroan terbatas lebih penting dibandingkan dengan perseroan komanditer. Tetapi, sebelum menentukannya lihat dulu bagaimana kondisi keuangan serta perusahaan Anda agar tidak menyesal setelahnya,